Berita

Apple Jadi Perusahaan Teknologi Pertama Bernilai 1 Miliar Dollar AS

Tanggal: 03/08/2018

KOMPAS.com - Setelah sempat diproyeksikan sebelumnya, pekan ini nilai kapitalisasi perusahaan Apple benar-benar menembus kisaran 1 triliun dollar AS atau lebih dari Rp 14.500 triliun. Pencapaian itu diraih setelah Apple mempublikasikan kinerja keuangan yang positif dan melebihi ekpektasi analis di kuartal III tahun fiskal 2018, Rabu kemarin. Harga saham Apple terdongkrak naik hingga akhirnya menyentuh angka 207,05 dollar AS sehari setelahnya. Dengan harga per lembar saham sebesar itu, valuasi Apple pun tembus 1 triliun dollar AS. Apple menjadi perusahaan AS sekaligus perusahaan teknologi pertama yang mencapai valuasi 1 triliun dollar AS, mendului rival-rivalnya sesama perusahaan teknologi, seperti Amazon, Alphabet (perusahaan induk Google), dan Microsoft. Namun Apple bukan perusahaan pertama yang memiliki valuasi 1 triliun dollar AS. Pada 2007, perusahaan minyak dan gas PetroChina yang dimiliki pemerintah Negeri Tirai Bambu pernah lebih dulu mencapai hal serupa. Valuasi PetroChina sendiri kini telah kembali menurun dan terakhir bernilai kurang dari 500 miliar dollar AS, di bawah raksasa e-commerce China, Alibaba. Sementara perusahaan minyak bumi Saudi, Aramco yang juga dimiliki negara, belakangan juga dikabarkan berencana melepas saham ke publik dengan proyeksi valuasi sebesar 2 triliun dollar AS. Tapi penawaran perdana ini belum terjadi. Perusahaan-perusahaan teknologi asal Negeri Paman Sam yang tersebut di atas juga tengah mendekati valuasi 1 triliun dollar AS. Setelah Apple, Amazon duduk di urutan kedua dengan valuasi 872,5 miliar dollar AS, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Business Insider, Jumat (3/8/2018). Dalam laporan kuangan terbarunya, Apple membukukan pendapapatan sebesar 53,3 miliar dollar AS, naik 17 persen dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu. Sebanyak 56 persen pendapatan Apple disumbang oleh penjualan perangkat iPhone. PenulisOik Yusuf EditorReska K. Nistanto SumberBusiness Insider TAG: saham perusahaan Apple Berita Terkait 9 Merek Tablet yang Pensiun Dini Karena iPad Apple Ikut Bikin Smartphone Layar Tekuk? Huawei Geser Apple sebagai Vendor Ponsel Terbesar Kedua di Dunia Ini Dia Versi iPhone Paling Laris Saat Ini.

Selengkapnya ...

Jokowi Ajak Anak Muda Berani Berinovasi

Tanggal: 31/07/2018

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis | Selasa 31 Juli 2018 04:31 WIB

Selengkapnya ...

Bosca Tayangkan Langsung Gerhana Bulan 28 Juli 2018

Tanggal: 28/07/2018

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Sabtu, 28/07/2018 00:25 WIB

Selengkapnya ...

Drone Pembantu Petani buatan Mahasiswa Indonesia Dipamerkan di Kantor Pusat Microsoft

Tanggal: 24/07/2018

WASHINGTON, KOMPAS.com - Tim BeeHive Drone yang terdiri atas mahasiswa University of Manchester asal Indonesia, mendapat kesempatan menampilkan karyanya di babak showcase Microsoft Imagine Cup 2018 di Redmond, Washington, Amerika Serikat (AS). ?Pada Senin (23/7/2018), tim BeeHive Drone telah melalui tahap penjurian di kantor pusat Microsoft, bersama dengan 48 tim dari berbagai negara. ?"Sangat senang telah melalui penjurian, juri tadi juga kagum dan memberikan feedback yang bagus, semoga bisa lanjut ke babak berikutnya," kata Anindita Pradana Suteja, anggota tim BeeHive Drone ketika ditemui KompasTekno di kantor pusat Microsoft, di Redmond, Washington.? Anindita dan ketiga rekannya yang tergabung dalam BeeHive Drone, yakni Ishak Hilton Pujantoro Tnunay, Muhamad Randi Ritvaldi, dan Albertus Gian, merupakan salah satu pemenang di Imagine Cup 2018 tingkat Asia Pasifik yang berlangsung April 2018 lalu di Kuala Lumpur, Malaysia. Atas kemenangan tersebut, mereka berhak tampil di ajang Imagine Cup global di kantor pusat Microsoft di Redmond, Washington, Amerika Serikat. Selain bisa berinteraksi dengan dewan juri secara langsung, kesempatan yang didapat oleh BeeHIve Drone ini juga dimanfaatkan untuk mendapatkan perhatian dari media-media internasional.? "Kita harap ini (solusi drone untuk pertanian) juga dilirik oleh media internasional, jadi ada engagement dan membuka peluang kerja sama," kata Albertus Gian, CEO BeeHive Drone.?? Solusi efisien bagi petani? BeeHive Drone yang berlaga di Microsoft Imagine Cup 2018 ini dirancang untuk mengerjakan tugas petani sehari-hari lewat aplikasi ponsel. ? Tugas yang bisa dilakukan BeeHive Drone, antara lain pengecekan dan analisis tanaman hingga penyiraman air, pupuk, atau pestisida. ? Para mahasiswa ini merancang agar drone "diparkir" di stasiun drone yang berada di tengah-tengah kawasan pertanian. ? Para petani atau pemilik sawah bisa mendaftarkan sawah mereka di aplikasi mobile, memilih layanan perawatan, dan membayar layanan itu lewat aplikasi yang sama. ? Setelah terkonfirmasi, drone ini akan terbang tanpa perlu awak untuk mengontrolnya ke sawah yang memesan layanan. ? Dalam hitung-hitungan para mahasiswa ini, petani menghabiskan sekitar Rp 1.000.000 per hektar untuk pestisida. Dengan solusi Beehive Drone, para petani diperkirakan bisa mengurangi biaya sebesar Rp 300.000, atau lebih hemat 30 persen.? Selain itu, drone ini bisa memangkas waktu yang biasanya butuh 1 jam untuk menyemprot 1 hektar lahan, hanya butuh waktu 30 menit.

Selengkapnya ...

‹ First  < 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 >  Last ›