Berita

iPhone Layar Lipat Dirilis Tahun 2021?

Tanggal: 05/12/2017

KOMPAS.com - Mengikuti tren baru yang mulai mengemuka di kalangan pabrikan gadget, Apple tampaknya bakal turut meramaikan pasar ponsel layar lipat di masa depan. Belakangan, pabrikan gadget berlambang buah apel tergigit itu dikabarkan telah mengajukan paten ponsel layar lipatnya ke Kantor Paten dan Merk Dagang Amerika Serikat (USPTO).?? Berdasarkan informasi yang beredar, ponsel lipat dalam Apple memiliki sebuah layar yang dapat dibuka dan ditutup layaknya sebuah buku. Dalam paten tersebut, Apple menyebutkan kemungkinan penggunaan layar micro-LED  sebagai pengganti display LCD dan OLED. ?"Perangkat elektronik bisa memiliki bagian fleksibel yang dapat dilipat. Perangkat mungkin memiliki layar yang fleksibel," tulis Apple dalam keterangan patennya seperti dikutip Kompas Tekno dari Indian Express, Minggu (3/12/2017)??. Kabar mengenai masuknya Apple di jagat ponsel lipat sebetulnya sudah terendus sejak bulan Oktober lalu. Sebuah artikel di media Korea, The Bell, menyebutkan Apple berencana menjalin kerjasama dengan LG untuk memproduksi layar yang dapat dilipat.?? Kerjasama antara LG dan Apple kabarnya bakal selesai tahun 2020. Karena itu, iPhone layar lipat diperkirakan beredar di pasaran sekitar tahun 2021. Sebelum mengajukan paten, saingan Apple asal Korea Selatan, Samsung, telah lebih dulu mematenkan ponsel berteknologi layar lipat. Kabarnya, ponsel tersebut bakal meramaikan jagat smartphone pada tahun 2018 mendatang dengan brand Galaxy X. Selain Samsung, beberapa vendor ponsel lain seperti LG dan Oppo dikabarkan bakal ikut terjun membuat ponsel layar tekuk. LG sudah mengajukan paten untuk perangkat serupa tahun 2015, sedangkan Oppo diketahui mengajukan paten November ini dengan mengusung ponsel lipat yang dilengkapi kamera putar. Selain LG dan Oppo, Microsoft juga diam-diam mengembangkan perangkat 2-in-1 berteknologi layar lipat. Dengan ini, Microsoft bakal menghadirkan perangkat yang dapat difungsikan sebagai ponsel sekaligus tablet.

Selengkapnya ...

Bandara Lombok Ditutup, 69 Penerbangan Dibatalkan

Tanggal: 30/11/2017

MATARAM, KOMPAS.com - Sebanyak 69 penerbangan dari dan menuju Lombok International Airport (LIA) dibatalkan terkait penutupan sementara bandara akibat aktivitas vulkanik Gunung Agung, Kamis (30/11/2017). "Jumlah flight yang berdampak setelah terbitnya notam close di Lombok International Airport untuk kedatangan sebanyak 33 flight, dan jumlah flight yang berangkat 36 flight," kata General Manager Angkasa Pura I, Lombok International Airport, I Gusti Ngurah Ardita melalui siaran pers. Ardita menambahkan, jumlah penerbangan yang berangkat pagi ini sebanyak 4 penerbangan dengan penumpang 345 orang. Sedangkan untuk kedatangan sebanyak 5 penerbangan dengan penumpang 539 orang. Bandara Lombok kembali ditutup sementara sejak tanggal 30 November 2017 pukul 10.37 Wita sampai dengan tanggal 1 Desember pukul 00.00 Wita. Penutupan dilakukan karena debu vulkanik Gunung Agung di Karangasem, Bali, sudah mengarah ke Pulau Lombok. Penutupan kali ini merupakan yang ketiga sejak aktivitas Gunung Agung meningkat. Sebelumnya, Bandara Lombok pernah ditutup dua kali pada tanggal 26 dan 27 November 2017. Ardita mengatakan, penutupan Lombok International Airport dilakukan setelah dilaksanakannya rapat koordinasi dengan otoritas bandara wil IV, Airnav Indonesia, Airlines, Ground Handling dan BMKG. Terkait penutupan ini, LIA telah mempersiapkan posko pelayanan terpadu di lobi terminal yang dapat dimanfaatkan oleh para penumpang yang mengalami pembatalan penerbangan. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak maskapai terkait penanganan penumpang yang batal berangkat.

Selengkapnya ...

Seperti Apa Bahaya Debu Gunung Berapi bagi Pesawat Terbang?

Tanggal: 27/11/2017

Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali pada Senin (27/11/2017) ditutup hingga Selasa (28/11/2017) pagi. Bandara Lombok pun sempat ditutup pada Minggu (26/11/2017) tapi dinyatakan kembali aman untuk penerbangan pada Senin pagi. Penutupan kedua bandara tersebut, khususnya bandara di Bali dilakukan karena debu letusan Gunung Agung yang bertiup ke arah selatan, ke wilayah udara Denpasar, sebagaimana disiarkan oleh Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin, Australia, pada Minggu (26/11/2017) malam. Pihak otoritas bandara Ngurah Rai pun sudah mengeluarkan NOTAM, yang menyatakan bandara ditutup selama kurang lebih 24 jam, mulai dari Senin (27/11/2017) pagi pukul 07.00 WITA, hingga Selasa (28/11/2017) pagi pukul 07.15 WITA.

Selengkapnya ...

Tak Ada Lagi Foto "Pecah" di Facebook Messenger

Tanggal: 25/11/2017

KOMPAS.com - Adakalanya foto-foto bagus yang ingin Anda kirimkan melalui Facebook Messenger menjadi "pecah" alias beresolusi rendah ketika sampai pada penerima. Karena itu, banyak pengguna yang lebih memilih mengirimkan foto beresolusi tinggi melalui e-mail. Mempertimbangkan hal tersebut, Facebook telah menambahkan fitur baru pada layanan pesan singkat Mesengger. Fitur ini memungkinkan pengguna dapat mengirim dan menerima foto dalam resolusi 4K atau 4.096 x 4096 piksel. Dengan layanan ini, baik pengirim maupun pengguna tidak perlu khawatir fotonya jadi "pecah" saat dikirim via Facebook Messenger. Facebook mengklaim, pengguna akan menerima gambar tersebut dengan kualitas yang sama baiknya dengan versi asli. Meski ukuran filenya lebih besar, Facebook menjanjikan kecepatan pengiriman dan penerimaan tidak jadi lambat. "Kami mendengar bahwa orang ingin mengirim dan menerima foto beresolusi tinggi di Messenger," tulis Sean Kelly & Hagen Green, Menejer Produk Messengger dalam situs resmi Facebook, seperti dikutip KompasTekno dari blog resmi Facebook, Jumat (24/11/2017). "Dan mengingat orang mengirim lebih dari 17 miliar foto melalui Messenger setiap bulan, kami membuat percakapan Anda lebih kaya, lebih tajam, dan lebih baik dari sebelumnya," tambah mereka. Fitur ini sebenarnya belum terlalu berguna karena belum banyak smartphone yang mendukung tampilan layar 4K. Yang mendukung layar 4K salah satunya adalah Sony Xperia Z5 Premium. Meski demikan, Facebook menyebut pengguna yang menerima foto beresolusi 4K dari rekannya akan mendapatkan foto yang lebih tajam dan cerah, meski smartphone-nya belum mendukung 4K. Untuk mengirim gambar 4K, pengguna harus melakukan pembaruan terlebih dahulu pada aplikasi Messenger. Setelah menyelesaikan pembaruan, pengguna dapat berbagi gambar dengan cara yang biasa dilakukan. Fitur mengirim gambar 4K saat ini dapat dilakukan oleh pengguna iPhone dan Android di sejumlah negara seperti Amerika, Kanada, Prancis, Australia, Inggris, Singapura, Hong Kong, Jepang, dan Korea Selatan. Dalam beberapa minggu mendatang, Facebook akan segera  meluncurkan fitur resolusi 4K kini e sejumlah negara lain. Belakangan ini, saling bertukar gambar memang menjadi cara baru bagi sejumlah orang untuk berkomunikasi. Dibandingkan dengan teks, mengirim gambar dianggap lebih ekspresif dan emosional.

Selengkapnya ...

‹ First  < 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 >  Last ›