Berita

Tak Ada Kendala UNBK Hari Pertama

Tanggal: 03/04/2018

Bangka Pos/Krisyanidayati.

Selengkapnya ...

MOU STIE AKA Semarang dengan STMIK Widya Pratama Pekalongan

Tanggal: 29/03/2018

Hari ini tanggal 29 Maret 2018 diadakan Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara STIE AKA dengan STMIK Widya Pratama Pekalongan. Ketua STIE AKA beserta jajarannya meninjau dan branchstorming dengan STMIK Widya Pratama pekalongan

Selengkapnya ...

Pasang Aplikasi Ini, Berita Hoaks Dijamin Tak Muncul Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan

Tanggal: 27/03/2018

MAGELANG, KOMPAS.com - Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) meluncurkan aplikasi Hoax-Buster Tools (HBT) untuk membantu masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan tidak mengandung unsur fitnah atau hoaks. Peluncuran secara resmi dilakukan Mafindo di sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 1, di Kampung Homestay, Desa Ngaran 2, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (10/2/2018) sore. Dalam peluncuran itu turut hadir Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara, perwakilan Google Indonesia Shinto Nugroho, Kepala Polres Magelang AKBP Hari Purnomo, hingga pegiat media sosial, seni, budaya di Magelang dan sekitarnya. Ketua Mafindo, Septiaji Eko Nugroho menjelaskan, pembuatan aplikasi dilatarbelakangi oleh maraknya informasi hoaks di dunia maya yang sudah meresahkan masyarakat. Aplikasi ini mudah diakses masyarakat melalui handphone dan perangkat mobile. "Sejauh ini untuk mencari kebenaran berita hanya bisa dilakukan melalui desktop atau laptop saja, yang menyulitkan sebagian masyarakat. Sehingga aplikasi ini dibuat agar bisa dibuka dengan mobile," kata Septiaji. Dia menjelaskan, aplikasi ini berisi berbagai alat yang bisa digunakan sesuai kebutuhan pengguna. Alat itu antara lain mesin pencari (search tool) untuk web, video, foto dan lain-lain. HBT ini juga memiliki database anti-hoaks yang terbuka bisa dilihat oleh pengguna. "Kami punya database anti-hoaks. Terbuka, bisa dilihat siapa saja. Seperti ada Facebook, Twitter, Whatsapp, dan sebagainya," ujar Septiaji. Paling menarik, kata dia, HBT sudah dipasang "search engine anti-hoax" yang cara kerjanya mirip dengan Google. Pengguna bebas mencari informasi apa saja, dengan hasil pencarian yang dipastikan bebas berita palsu dan hoaks. "Ini mirip Google, tapi dijamin bersih dari hoaks. Web yang muncul seperti Wikipedia, media yang sudah terverifikasi oleh dewan pers, situs kita sendiri. Masyarakat awam akan terbantu dan enggak bakal ketemu yang aneh-aneh," ujar Septiaji. Sementara ini, HBT baru bisa diunggah gratis melalui Google Play Store atau smartphone berbasis Android. Ke depan, akan dikembangkan lagi HBT versi 2, dan diharapkan bisa diunggah melalui sistem operasi selain Android. Menkominfo Rudiantara mengapresiasi terobosan Mafindo meluncurkan aplikasi HBT ini guna memerangi informasi hoaks. Rudiantara bahkan berjanji akan berkomunikasi dengan pengelola iOS, sistem operasi perangkat smartphone yang dikembangkan dan didistribusikan oleh Apple. "Enggak usah khawatir, nanti saya komunikasi sama iOS. Jadi enggak cuma Android saja yang bisa pakai HBT ini, kalian yang pakai iOS juga bisa," ucap Rudiantara. Rudiantara mengakui, masyarakat masih banyak yang belum bisa memilih dan memilah mana informasi yang langsung bisa diterima dan mana yang harus dibuang karena bersifat hoaks. Hal ini tidak lepas dari berkembangnya media sosial (medsos) yang kian pesat.

Selengkapnya ...

5 Cara Melacak Smartphone Android yang Hilang

Tanggal: 26/03/2018

KOMPAS.com - Pada 2013 lalu, Google telah mengenalkan fitur Device Manager, yang berfungsi melacak lokasi perangkat, jikalau perangkat Android terselip, atau yang lebih buruk lagi, hilang. Kemudian, Google merilis aplikasi berfungsi serupa dengan nama baru, yakni "Find My Device". Sebenarnya, fitur untuk melacak perangkat telah terpasang secara default di perangkat yang berjalan dengan sistem operasi (OS) Android KitKat ke atas. Sebelum lenyap dari tangan, ada baiknya melakukan set-up pelacakan smartphone Android lebih dulu. Pastikan juga, GPS perangkat aktif dengan mode akurasi tinggi. Caranya, pilih menu pengaturan, lantas aktifkan lokasi dan juga pilih opsi mode akurasi tinggi, untuk hasil pelacakan yang cukup akurat. Sementara cara mengatur fitur pelacakan smartphone Android, cukup pergi ke menu pengaturan (setting), lalu pilih menu Google dan pergi ke pilihan keamanan (security). Lanjutkan dengan memilih opsi Find my Device (temukan perangkat saya), lalu aktifkan fitur tersebut. Nantinya akan ada pilihan cara menemukan perangkat Android, bisa dari situs Android, penelusuran Google dan via aplikasi "Find My Device" (temukan perangkat saya). Khusus untuk aplikasi "Find My Device", pengguna harus mengunduhnya lebih dahulu melalui Google Play Store di tautan berikut ini. Find My Device memiliki beberapa fitur yang bisa membantu pemilik ponsel Android, melacak ponselnya yang terselip atau hilang, melalui ponsel atau desktop lain. Berikut beberapa cara melacak ponsel Android yang hilang atau terselip melalui aplikasi Find My Device yang dirangkum KompasTekno dari Gadgets Now, Senin (19/3/2018).

Selengkapnya ...

‹ First  < 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 >  Last ›