Berita

Diterjang Puting Beliung, Tiga Rumah Roboh di Batang

Tanggal: 02/12/2016

BATANG, suaramerdeka.com – Tiga rumah roboh dan 75 lainnya rusak berat dan ringan akibat diterjang angin puting beliung. Peristiwa tersebut terjadi di Desa Denasri Wetan, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Kamis (1/12). Bencana puting beliung tersebut  merobohkan tiga rumah milik Amin, Nardi dan Darsono warga RT 05 RW 03, serta 75 rumah milik warga lainnya rusak berat dan ringan. Angin juga merobohkan ratusan batang pohon pisang dan puluhan pohon mangga, rambutan dan lainnnya. Menurut Kepala Desa Denasri Wetan, Amat Abdullah kepada suaramerdeka.com, angin puting beliung disertai hujan lebat melanda Desa Denasri Wetan sekitar pukul 14.30 WIB, suaranya gemuruh bagaikan ombak laut. “Hanya beberapa menit angin kencang bertiup, namun dampak kerusakan yang timbul cukup banyak. Selain tiga rumah roboh, 75 rumah lainnya rusak berat danringan. Setelah hujan reda, warga lalu bergotong royong memperbaiki rumah yang atapnya rusak karena gentingnya berterbangan disapu angin,” papar Amat Abdullah. Dalam musibah tersebut, imbuh Amat, seorang warga bernama Murni (38) terpaksa dibawa ke RSUD Batang, karena kepalanya terluka akibat kejatuhan genting. Terkait dengan musibah yang melanda desanya, Amat Abdullah akan segera mengajukan bantuan ke Pemkab Batang untuk meringankan beban warga. Menurut informasi yang berhasil dihimpun suaramerdeka.com, bencana puting beliung selain melanda Desa Denasri Wetan, juga melanda desa-desa lainnya. Yaitu Desa Denasri Kulon, Kalipucang Wetan, dan sejumlah desa lainnya diwilayah Kecamatan Warungasem.

Selengkapnya ...

Alquran & Sains Jelaskan Bentuk Asli Bumi

Tanggal: 30/11/2016

CALIFORNIA - Bentuk Bumi yang bulat atau datar menjadi perdebatan yang tampaknya masih terjadi hingga saat ini. Menurut Alquran, bentuk Bumi yang sebenarnya telah disebutkan pada Alquran Surah Az-Zumar ayat 5. "Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun," bunyi Surah Az-Zumar ayat 5. berdasarkan pada ijma ulama Ibnu Taimiyyah, telah terjadi kesepakatan bahwa ulama menafsirkan ayat tersebut bahwa Bumi itu bulat. "Tidak ada perselisihan di antara para ulama bahwa langit itu seperti bola. Demikian pula mereka telah bersepakat bahwa bumi ini dengan seluruh pergerakannya baik itu daratan maupun lautan seperti bola," menurut ijma ulama Ibnu Taimiyyah. Ijma merupakan suatu metode yang dipakai oleh para ulama untuk mencapai kesepakatan berdasarkan Alquran dan Hadits dalam menetapkan suatu hukum atau perkara yang terjadi. Ilmuwan muslim, Al Biruni menegaskan bahwa Bumi itu berbentuk bulat. Disebutkan bahwa ia telah berjasa menuliskan risalah tentang planisphere dan armillary sphere (bola dunia). Website infoastronomy melaporkan, pada usia 17, Al Biruni menghitung posisi lintang bujur dari Kath, Khwarizm dengan metode tinggi Matahari. Al Biruni memecahkan persamaan geodesi kompleks untuk menghitung jari-jari Bumi. Ilmuwan muslim ini juga mendapatkan angka sekitar 6339,9 kilometer, hanya berselisih 16,8 kilometer dari nilai modern yaitu 6356,7 kilometer. Sementara pada usia 22 tahun, Al Biruni sudah menulis sejumlah karya ilmiah, termasuk tentang proyeksi peta, penggunaan sistem koordinat 3D–Cartesian dan transformasinya ke sistem koordinat polar. Setelah membaca banyak data hasil pengamatannya, Al Biruni meyakini bahwa Bumi ini bulat, berputar pada porosnya sehari satu kali dan beredar mengelilingi Matahari satu tahun sekali. Ini hal yang bertentangan dengan pendapat umum pada saat itu, namun diyakini Al Biruni paling dekat dengan data-data empiris.

(ahl)

Selengkapnya ...

Drone Milik Facebook Alami Kegagalan Struktural

Tanggal: 24/11/2016

Liputan6.com,Jakarta - Aquila, sebuah drone milik Facebook yang diharapkan bisa menyediakan akses internet bagi seluruh dunia, gagal diuji coba lantaran mengalami kegagalan struktural. Mengutip The Verge, Kamis (24/11/2016), drone ini dikabarkan sedang menjalani proses investigasi oleh Badan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (National Transportation Safety Board, NTSB). Facebook memberikan penjelasan tentang kegagalan struktural yang dimaksud. Menurut perusahaan besutan Mark Zuckerberg itu, kegagalan struktural itu terjadi ketika drone dalam proses pendaratan. Merujuk NTSB, laporan penyebab kegagalan baru bisa disajikan dalam satu atau dua bulan mendatang. Bulan Juli lalu, The Verge melaporkan Facebook telah sukses menjalankan uji penerbangan drone Aquila. Dalam uji coba tanggal 28 Juni itu, Mark Zuckerberg dan tim menyebutkan bahwa uji penerbangan itu memperoleh predikat wajar tanpa pengecualian. Adapun kegagalan struktural yang dimaksud dicatat oleh salah seorang engineer Facebook di sebuah tulisan di blog. Disebutkan, "Kami masih menganalisis hasil tes lanjutan, termasuk kegagalan struktural yang kami alami sebelum pendaratan." NTSB menyebut, tak seorang pun terluka akibat kegagalan struktural itu. Selain itu, tak ada kerusakan yang ditimbulkan. "Namun drone ini mengalami kerusakan substansial," tutur seorang juru bicara. Adapun sebuah pesawat dianggap mengalami kerusakan substansial saat tak memenuhi kelaikan terbang. Facebook menolak berkomentar terkait proses investigasi yang berjalan. Sebelumnya, disebutkan bahwa uji coba penerbangan dirancang untuk menguji drone, yakni untuk mengetahui apakah saat diterbangkan drone akan mengalami kerusakan atau tidak. Namun, tak jelas apakah Facebook akan mengungkapkan hasil investigasi yang dilakukan NTSB terkait kerusakan struktural yang dimaksud.

Selengkapnya ...

Mahasiswa Ini Sulap Nilai Rendah Bahasa Inggris Jadi Gelar Juara

Tanggal: 15/11/2016

JAKARTA – Pelajaran bahasa Inggris menjadi momok yang merusak nilai rapor Rahmat Ananto Wicaksono. Hal ini dia alami ketika berada di bangku sekolah dasar (SD). Saat itu, nilai bahasa Inggris-nya paling jelek di antara pelajaran lain. Sang wali kelas pun sampai menegur Wicak supaya meningkatkan nilai bahasa Inggris-nya.

Kegigihan Wicak dalam belajar bahasa Inggris masih harus diuji ketika masuk SMP. Pasalnya, cowok kelahiran Mojokerto ini justru diterima di rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI). Alhasil, Wicak minder karena punya teman yang mayoritas fasih berbahasa Inggris. "Saya jadi malu karena hanya diam saat kerja kelompok, soalnya tidak bisa berbicara dalam bahasa Inggris," kenangnya, sebagaimana dilansir dari laman resmi ITS, Selasa (15/11/2016). Wicak yang kini menjadi mahasiswa Jurusan Transportasi Laut Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) itu menceritakan, suatu ketika mendapat tawaran mengikuti Olimpiade Bahasa Inggris dari seorang teman yang jago bahasa Inggris. Sayangnya, alih-alih didukung, Wicak justru mendapat berbagai sindiran karena dinilai merusak penampilan tim pada babak presentasi. Siapa sangka, kejadian tersebut mampu membangkitkan semangat Wicak dalam belajar bahasa Inggris. Hari demi hari dia lalui dengan latihan keras dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. "Bahkan, pernah dibilang aneh karena sering bicara sendiri didepan cermin," ujarnya. Masuk SMA, Wicak yang merasa sudah punya cukup kemampuan kemudian memberanikan diri untuk mengikuti kompetisi debat bahasa Inggris tingkat nasional. Usaha keras pun berbuah manis lantaran dia berhasil menggondol juara keempat. "Saat itu begitu menggembirakan. Saya dan tim bahkan tidak pernah membayangkan mampu lolos sampai sejauh itu," sebutnya. Dari situ, Wicak rutin mengikuti kompetisi bahasa Inggris, seperti debat dalam rangkaian acara Chernival yang digelar oleh Jurusan Teknik Kimia ITS. Berhasil meraih juara III, dia mendapat ajakan eksklusif untuk bergabung pada ITS Foreign Language Society (IFLS). "Jadi saat mahasiswa baru yang lain sedang disibukan dengan urusan pengaderan, saya justru sedang digembleng untuk mengikuti sebuah kompetisi debat," ucapnya. Kini beragam prestasi telah dicapai Wicak berkat kepiawaiannya berbahasa Inggris. Tak hanya itu, akhir-akhir ini Wicak juga sering diundang untuk melatih siswa SMA yang akan mengikuti lomba debat. "Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Lagi pula bakat itu dilatih, bukan dilahirkan," tutupnya. (ira,okezone)

Selengkapnya ...

‹ First  < 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 >