Berita

Inilah Keunggulan Smart SIM, Bisa Dipakai Belanja Sampai Bayar Tol

Tanggal: 28/08/2019

Suara Merdeka : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Tidak lama lagi masyarakat Indonesia akan memiliki Smart SIM. Smart SIM dirancang dengan berbagai keunggulan dan kelebihan dibandingkan dengan SIM yang lama. Rencananya, Korlantas Polri akan meluncurkan Smart SIM pada 22 September 2019 tepat di Hari Lalu Lintas. Apa saja keunggulan dari Smart SIM? Ini dia keunggulan dari Smart SIM: Pelanggaran Tercatat Secara Otomatis Kakorlantas Polri Irjen Refdi Andri mengatakan Smart SIM memiliki banyak keunggulan, salah satu mampu mencatat semua pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan pengemudi secara online. "Bisa tertera pelanggaran pengguna SIM ini atau pengemudi. Tercatat secara otomatis dan online dan real time juga dan kita juga bisa mengingatkan bahwa pengemudi melakukan pelanggaran itu," kata Irjen Refdi. Irjen Refdi mengatakan jika Smart SIM bakal diluncurkan pada Hari Lalu Lintas Bhayangkara tanggal 22 September 2019. Bisa Untuk Uang Elektronik Yang menarik Smart SIM bisa digunakan sebagai kartu elektronik, Kakorlantas Polri Irjen Refdi Andri menjelaskan saldo uang elektronik maksimal Rp 2 juta. "Jadi uang kita ada di dalam sini dengan saldo maksimal sebanyak Rp 2 juta dan bisa melakukan pembayaran apa saja. Belanja di toko-toko, tol, kereta, pokoknya yang bisa digunakan kartu elektronik," jelas Refdi. Selain itu, Refdi mengatakan jika Smart SIM terdapat chip di dalamnya untuk keperluan data. Isinya mulai dari nomor telepon orang terdekat hingga data forensik. "Semua forensik kepolisian berada di sini, di dalam ada chip dengan kapasitas yang kami siapkan, sehingga nama, alamat, pekerjaan semua ada pada kartu itu," ujar Refdi. Memiliki Tingkat Keamanan yang Tinggi Kakorlantas Polri Irjen Refdi Andri mengatakan perbandingan Smart SIM dengan SIM yang lama adalah Smart SIM memiliki keamanan yang tinggi. Nantinya SIM tidak bisa dipalsukan. "Terutama apa securitynya yang tingkat tinggi, tidak bisa di palsukan tidak bisa dimodifikasi oleh siapapun," kata Irjen Refdi. Secara tampilan fisik, Smart SIM didominasi warna putih dan merah. Pada bagian atas kartu terdapat tulisan Indonesia. Persis di bawahnya, terdapat tulisan Surat Izin Mengemudi. Foto pemilik SIM berada di sebelah kiri. Pada bagian tengah terdapat data pribadi pemilik, di antaranya nama, tempat tanggal lahir, golongan darah-jenis kelamin, alamat tempat tinggal, dan pekerjaan. Masa berlaku SIM ada apa bagian pojok kanan bawah. Panjang kartu 86 mm, lebar kartu 53,95 mm.
Courtesy of suara merdeka

Ketika Bayar Tukang Cilor dan Bakso Cukup Pindai QR dari HP

Tanggal: 28/08/2019

Jakarta, CNN Indonesia -- Pembayaran non tunai menggunakan teknologi Quick Respons Code atau QR Code kini tengah marak diterapkan oleh para pemain dompet elektronik. Untuk menyeragamkan kode QR agar bisa dipindai oleh berbagai dompet elektronik, baru-baru ini Bank Indonesia merilis QR Indonesan Standard (QRIS). QRIS yang dikeluarkan BI ini berbeda dengan kode QR yang biasa digunakan oleh pemain dompet elektronik seperti Gopay, Ovo, Dana, dan LinkAja. Kode QR dari para pemain dompet elektronik ini hanya bisa dipindai oleh aplikasi dompet itu sendiri. Sementara QRIS bisa dipindai oleh berbagai dompet elektronik.  "Dengan adanya QRIS, ada standar QR code di Indonesia. Cukup scan 1 QR yang bisa discan semua aplikasi," tutur Ronggo Gundala Yudha, Assistant Director Financial Technology Office Bank Indonesia, saat konferensi pers Bukalapak, Rabu (23/8).

Selengkapnya ...

Mahasiswa ITS Teliti Teknologi Pengurang Pencemaran Air Irigasi Pertanian

Tanggal: 26/08/2019

Titania Dewanti - detikNews


Surabaya - Kiki Gustinasari, mahasiswa doktoral dari Teknik Lingkungan merancang penelitian yang mampu mereduksi pencemaran air. Penelitian berjudul Constructed Wetlands-Microbial Fuel Cells (CWs-MFCs) ini sebagai Pereduksi Herbisida Glifosat dan Aplikasi Biosensor untuk Toxicity Warning pada Limpasan Persawahan. "Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan bahwa CWs MFCs sebagai infrastruktur ramah lingkungan mampu mereduksi residu herbisida glifosat, yang merupakan jenis pestisida pada sektor pertanian," ujar Kiki dalam siaran pers yang diterima detikcom melalui Humas ITS, Senin (26/8/2019). Kiki mengakui bahwa penggunaan herbisida glifosat memberikan dampak buruk terhadap mahluk hidup di perairan. Dampak tersebut dapat menyebabkan tingkat kematian yang tinggi untuk binatang amfibi, serta berefek letal bagi beberapa jenis plankton. "MFCs sendiri merupakan teknologi pembangkit energi dan pengurangan polusi melalui bakteri. Sedangkan CWs merupakan sistem berbasis alam yang banyak digunakan pada bidang pertanian sebagai filter areal pertanian dengan badan air," tambahnya. Kiki menjelaskan penggabungan MFCs ke dalam CWs terbukti dapat meningkatkan kinerja CWs dalam mengurangi residu herbisida glifosat. Anoda pada MFCs memicu reaksi anaerob CWs. Pendekatan ini mempunyai keuntungan ganda seperti intensifikasi kinerja CWs dan penghasil listrik.  Kiki juga tak lupa menjelaskan bahwa MFCs-CWs pada penelitian ini juga bertujuan sebagai peringatan dini terhadap masuknya bahan-bahan yang tidak diinginkan pada limpasan persawahan. Hal ini disebabkan jenis infrastruktur hijau tersebut dapat menghasilkan sinyal listrik melalui kinerja mikroba. "Kinerja mikroba akan turun apabila terdapat zat racun yang mengganggu kehidupan mikroba tersebut," jelasnya.  Dengan turunnya kinerja mikroba maka dapat diketahui adanya zat yang tidak diinginkan memasuki area pertanian. Penurunan tersebut nantinya akan ditandai dengan indikasi dropping listrik.  "Indikasi inilah yang menjadi peringatan dini sebagai dasar pengambilan keputusan selanjutnya," imbuh Kiki. Dalam penelitian yang ditujukan untuk disertasinya tersebut, mahasiswi yang dibimbing oleh Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD ini mengungkapkan bahwa banyak peneliti lain yang menggunakan CWs untuk menangani limbah pertanian. Tetapi, penelitian sebelumnya hanya memanfaatkan satu fungsi, yaitu mereduksi polutan. "Sedangkan konsep penelitian yang saya lakukan ini selain untuk mereduksi polutan, juga sebagai early warning system," tutur mahasiswi kelahiran 1 Agustus 1994 ini. Kiki juga berharap penelitian ini tidak hanya dapat berjalan dengan lancar hingga akhir, tapi dapat memperoleh hasil yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan. "Tidak menutup kemungkinan penelitian ini akan diterapkan di lapangan, tentunya dengan dukungan dari pihak pemerintah," pungkasnya.

Selengkapnya ...

Mobil Listrik Istimewa, Bebas Parkir dan Kebal Ganjil Genap

Tanggal: 26/08/2019

CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah diketahui sudah menyiapkan kebijakan khusus yang bikin pengguna kendaraan listrik murni istimewa. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyampaikan setidaknya ada dua hal spesial yang bakal diberikan, yaitu bebas biaya parkir dan kebal pembatasan peredaran kendaraan seperti ganjil genap. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setyadi mengatakan kebijakan khusus itu tidak hanya akan berlaku di satu wilayah, melainkan mencakup seluruh negeri. Budi mengatakan bebas biaya parkir bakalan berlaku untuk tempat-tempat parkir yang lokasinya ditentukan pemerintah daerah. "Ini insentif buat pengguna, jadi tarif parkir demikian murah, kalau perlu tidak menggunakan tarif sama sekali," kata Budi di bilangan Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat (23/8). Menurut dia Kemenhub segera merealisasikan itu dengan membuat surat edaran kepada seluruh Gubernur dan Kepala Daerah. "Akan kami buat surat edaran kepada gubernur, dinas perhubungan, agar tidak dikenakan tarif parkir untuk kendaraan listrik," ucapnya. Sedangkan untuk kebijakan pembatasan kendaraan, Budi mengatakan ini dapat mengacu kepada sistem ganjil genap di wilayah Jakarta yang ditujukan untuk mobil. Mobil listrik murni bebas dari aturan tersebut. Menurut Budi, jika wilayah lain di Indonesia juga punya aturan seperti Jakarta, kendaraan listrik murni tidak akan terlibat. "Ini menjadi semacam dorongan agar pengguna kendaraan saat ini mau beralih ke kendaraan listrik," ucap dia. Budi juga menuturkan langkah ini sebagai dukungan terhadap Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai. Perpres itu diketahui sudah diundangkan pada 12 Agustus 2019. (ryh/fea)

Selengkapnya ...

 < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 >  Last ›