Berita

Layar Ponsel Android Bakal Bisa Ditampilkan di Windows 10 Artikel ini telah tayang di Kompas.com de

Tanggal: 05/10/2018

KOMPAS.com - Selain memperkenalkan perangkat Surface terbaru, pekan ini Microsoft juga mengumumkan beberapa fitur anyar untuk sistem operasi Windows 10. Salah satunya adalah  app mirroring yang tengah dikembangkan.  Lewat fitur ini, laptop yang menggunakan sistem operasi Windows 10 akan bisa memuat tampilan layar smartphone Android (mirroring) di desktop. Bukan hanya itu, dengan app mirroring ini pengguna juga akan dapat mengontrol perangkat Android langsung melalui layar laptop miliknya. Seperti mengakses kontak, mengirim SMS, hingga mentransfer dokumen dengan mouse dan keyboard. Pengguna juga bisa bermain game dan membuka aplikasi Android di tampilan layar ponsel yang nongol di desktop Windows 10. Kemampuan menampilkan tampilan Android ke layar komputer sejatinya bukanlah hal baru. Ada banyak cara untuk membuat tampilan Android bisa hadir pada perangkat komputer. Cara yang paling mudah adalah dengan menggunakan emulator. Berbeda dengan emulator yang menjalankan software Android di atas sistem operasi Windows lewat emulasi, mekanisme fitur mirroring ini adalah "memindahkan" tampilan layar ponsel milik pengguna ke desktop. Dalam sebuah demonstrasi, tim pengembang Microsoft berhasil melakukan percobaan dengan membuka aplikasi Snapchat dan berkirim pesan lewat mirroring ini. Dalam presentasi yang sama, Microsoft turut memperkenalkan fitur Your Phone untuk mempermudah penggunaan ponsel pintar lewat komputer berbasis Windows 10. Your Phone sendiri adalah fitur yang memungkinkan pengguna mengakses ponsel miliknya yang terhubung dengan laptop Windows 10. Your Phone bisa digunakan untuk berkirim sms dan memindahkan gambar atau foto dengan lebih cepat. Kendati demikian belum diketahui apakah app mirroring ini akan hadir dalam fitur Your Phone atau akan dirilis dalam aplikasi berbeda yang terpisah. Dikutip KompasTekno dari Android Police, Jumat (5/10/2018), Microsoft belum dapat memastikan kapan fitur app mirroring itu akan dirilis untuk para pengguna Windows 10.

Selengkapnya ...

Go-Jek Kolaborasi di Vietnam, Menkominfo Berkomitmen Dukung Startup Digital

Tanggal: 14/09/2018

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, menyambut baik kolaborasi layanan Go-Jek di Vietnam, yaitu Go-Viet. Ia berharap kehadiran Go-Viet menjadi pendorong bagi startup-startup Indonesia lainnya. "Semoga momen ini tidak berhenti di sini, bisa memicu legacy-legacy lainnya di ranah digital," tutur Rudiantara seperti dikutip dari keterangan resminya, Kamis (13/9/2018). Ia juga melihat Go-Viet merupakan pembuktian, Indonesia bisa memiliki kesempatan yang sama dengan negara maju di ruang digital. Menurutnya, cakrawala pandang terhadap pasar jadi lebih luas terbentang. "Go-Jek mampu melihat peluang tersebut sekaligus mampu mengeksekusinya. Semoga langkah Go-Jek menjadi pelecut dan inspirasi bagi teknopreneur di Indonesia, bahwa mereka juga akan mampu jika jeli dan berusaha keras," ungkapnya. Kominfo juga nenegaskan akan terus memfasilitasi startup atau unicorn Indonesia lainnya untuk go regional dan go global, seperti yang selama ini telah dilakukan melalui sejumlah program. Beberapa di antaranya adalah Gerakan 1000 Startup dan Nexticorn.

Selengkapnya ...

Era Industri 4.0, Menekankan Pembelajaran Kooperatif

Tanggal: 04/09/2018

MAGELANG – Pendidikan sekarang berbeda dengan era dulu. Metode pembelajaran di kampus pada era industri level 4.0, lebih menekankan pada pembelajaran yang kooperatif. Yaitu, pembelajaran tidak hanya di kampus tetapi diintegrasikan pada pembelajaran berbasis akses internet. “Dalam proses belajar di perguruan tinggi dosen hanya sebagai motivator atau pendorong dalam penyemangat belajar mahasiswa. Adapun mahasiswa dituntut untuk meningkatkan kemandiriannya,“ ujar Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang, Jawa Tengah Ir. Eko Muh Widodo MT saat kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKK Maba) di Auditorium Kampus 1 UM Magelang. Sebanyak 653 mahasiswa baru UM Magelang Tahap I disambut jajaran pimpinan universitas dan fakultas. Yakni, Rektor, Wakil Rektor serta Dekan di lingkungan UM Magelang. Di hari pertama, mahasiswa diberikan bekal materi tentang kesadaran bela negara dari Akademi Militer yang disampaikan Kepala Sub Departemen Kepemimpinan dan Kejuangan Letkol Sugeng Dikari SH, MH. Setelah itu, dilanjutkan dengan materi dari Kapolres Kota Magelang AKBP Kristanto Yoga Darmawan tentang Pencegahan Paham Radikalisme dan Terorisme di Kampus. Peserta tampak antusias mendengarkan paparan dari kedua pemateri tersebut. Ketua panitia PKK Maba Saifudin M. Eng, menjelaskan PKK Maba merupakan kegiatan pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru UM Magelang. Selama lima hari, mahasiswa baru akan diberi pembekalan tentang lingkungan sivitas akademika, lingkungan fakultas dan kegiatan-kegiatan kemahasiswaan melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). “Disamping itu juga pembekalan bela negara dan nasionalisme,” kata Saifudin, yang juga wakil Dekan FT UM Magelang tersebut. Ia menambahkan bahwa peserta PPK Maba tahap II akan dilakukan bagi mahasiswa yang diterima di gelombang 1 dan 2 tapi belum melakukan daftar ulang serta pendaftar gelombang 3 dan juga mahasiswa paralel. Adapun jumlah peserta PPK Maba Tahap II jumlahnya akan terus bertambah seiring masih dibukanya waktu pendaftaran mahasiswa baru UM Magelang hingga 15 September 2018. “Mahasiswa UM Magelang seperti tahun sebelumnya, berasal dari berbagai provinsi di Indonesia. Itu berarti UM Magelang dapat diterima dan dijadikan sebagai referensi tempat menuntut ilmu pada jenjang perguruan tinggi,” katanya. (Siedoo)

Selengkapnya ...

Beasiswa Online Scholarship Dibuka, Ini Daftar Kampusnya

Tanggal: 31/08/2018

Suara.com - Sebanyak 360 kuota beasiswa senilai Rp 30 miliar, dari 18 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) favorit di Jawa hingga Sulawesi siap diperebutkan dalam program OnlineScholarship Competition (OSC) 2018. Pendaftaran melalui situs osc.medcom.id resmi dibuka hari ini, Kamis, 30 Agustus 2018. Direktur Utama Medcom.id, Mirdal Akib mengatakan era revolusi industri 4.0 menuntut seluruh bidang kehidupan untuk adaptif terhadap perubahan, tidak terkecuali dunia pendidikan. Di era disrupsi teknologi ini, pesatnya dunia digital dalam menguasai jagat informasi juga semakin tidak dapat dihindari. Dunia digital sudah semakin meluas hingga ke berbagai daerah di Indonesia. Mayoritas anak muda di Indonesia pun, telah melek digital. Begitu juga kemudahan mendapatkan informasi, dan berbagai peluang kini bisa mereka dapatkan melalui digital. “Kami sadar bahwa seluruh anak muda pasti punya mimpi untuk masa depan yang lebih baik. Untuk itu kami ingin turut serta dalam mempermudah anak muda Indonesia mewujudkan mimpi-mimpinya," tegas Mirdal dalam jumpa pers Peluncuran Program OSC 2018, di Jakarta, Kamis, (30/08/2018). Dalam mewujudkan mimpi-mimpi tersebut, kata Mirdal, tentu sangat baik jika ditunjang dengan pendidikan yang baik pula. "Untuk itu, kami Medcom.id dengan bangga mempersembahkan Online Scholarship Competition 2018, atau yang biasa kami sebut dengan OSC," ujar Mirdal. Program beasiswa OSC sudah memasuki tahun ke-4 penyelenggaraannya. Minat PTS untuk memberikan beasiswa selalu bertambah sepanjang empat tahunnya. "Alhamdulillah jumlah PTS pemberi beasiswa selalu bertambah sepanjang empat tahun penyelengaraan OSC.Tahun ini kita bekerja sama dengan 18 perguruan tinggi swasta ternama pemberi beasiswa dari Jawa sampai Sulawesi," kata Mirdal. Pada 2015, jumlah PTS pemberi beasiswa hanya dari lima kampus di sekitar Jakarta, dan Bandung. Kemudian jumlahnya meningkat dua kali lipat di 2016, yakni menjadi 10 PTS yang tersebar di Jakarta, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Lalu di 2017, program kompetisi beasiswa online pertama di Indonesia ini bekerja sama dengan 12 PTS. Sampai di usia keempat tahun penyelenggaraannya, Beasiswa OSC berhasil menggandeng 18 PTS, dengan jangkauan yang semakin luas, tidak hanya di Jawa, namun hingga ke Sulawesi. Animo PTS ini ternyata disambut baik oleh pelajar pemburu beasiswa di Indonesia, ditunjukkan dengan antusiasme pendaftar yang sangat tinggi. Pada 2017 lalu misalnya, jumlah siswa yang mendaftar, dan memperebutkan 240 kuota beasiswa di 12 PTS mencapai 42.000 siswa pendaftar. Mirdal berharap, pada program beasiswa OSC ke-4 tahun ini bisa menembus jumlah pelamar hingga 70 ribu pendftar. "Ini penting sekali, agar calon mahasiswa kemudian bisa memiliki akses terhadap universitas ternama di Indonesia," ungkap Mirdal. Untuk diketahui, OSC adalah Kompetisi beasiswa online pertama di Indonesia yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh portal berita dan video Medcom.id. Beasiswa OSC ke-4 ini hadir untuk memberikan kemudahan bagi putra putri Indonesia, agar dapat melanjutkan pendidikan hingga S1, dengan menggunakan beasiswa yang diberikan perguruan tinggi swasta yang bekerja sama dengan OSC. Dengan OSC peserta tidak lagi perlu datang ke kampus atau universitas untuk mendaftarkan diri dan mengikuti tes secara langsung. Dengan sistem online, OSC mempersingkat dan mempermudah keseluruhan proses, mulai dari pendaftaran, hingga tes tahap awal dilakukan melalui sistem online.

Selengkapnya ...

 < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 >  Last ›