Berita

Sony Umumkan Logo dan Fitur PlayStation 5

Tanggal: 09/01/2020

Kompas.com - 07/01/2020, 11:23 WIB : Komentar Sony secara resmi mengumumkan logo dari konsol PlayStation 5. 

Selengkapnya ...

Nasa Rilis Gambar Marree Man, Ukiran Raksasa dari Australia

Tanggal: 09/01/2020

Jakarta, CNN Indonesia -- Satelit Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) merilis gambar Marree Man atau bisa disebut sebagai geoglyph, yakni motif tertentu peninggalan manusia zaman dulu di lanskap alam. Contohnya, tebing, gua atau gurun. Marree Man pertama kali teridentifikasi tahun 1998 di dataran tinggi Australia Selatan yang membentang hingga 3,5 kilometer (Km). Kendati demikian, menurut tim observasi NASA, ukiran garis Marree Man terus memudar dan hampir tidak terlihat oleh satelit milik NASA, yaitu Landsat 8. "Marree Man adalah geoglyph yang terbuat dari bahan tanah dan sangat besar, sehingga paling baik dilihat dari atas. Namun, garis-garis ukiran itu terus memudar bahkan pada 2013, Marree Man sempat tidak terlihat," tulis perwakilan NASA, Adam Voiland.  Oleh sebab itu, sejumlah kalangan bisnis memutuskan untuk memulihkan Marree Man yang mulai pudar. Mereka menggunakan alat berat atau grader konstruksi untuk menggambar ulang geoglyph itu selama lima hari. NASA menilai geoglyph yang diperbarui akan bertahan lama karena dirancang untuk mencegah air masuk dan mendorong pertumbuhan vegetasi. Definisi vegetasi ialah proses ekologi untuk keseluruhan komunitas tetumbuhan di suatu tempat). Penemuan Marree Man sampai saat ini masih diperdebatkan oleh para ahli, sebab mereka belum tahu persis siapa pembuatnya. Namun ada indikasi bahwa seorang seniman yang tinggal di Alice Springs, Australia Selatan yang membuat karya geoglyph itu. Selain penemuan geoglyph Marree Man di Australia, karya geoglyph lain juga ditemukan di Peru yaitu Garis Nazca. Dilansir CNN, cara terbaik untuk melihat Garis Nazca adalah dari udara. Wisatawan yang penasaran mesti terbang ke Lima, Peru lalu naik bus menyusuri Pan-American Highway ke kota Paracas.

Selengkapnya ...

Atasi Banjir, Ini Cara Kerja Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT

Tanggal: 09/01/2020

JAKARTA - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengoperasikan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk menanggulangi banjir besar akibat curah hujan tinggi di Jakarta dan sekitarnya beberapa waktu lalu. Dikutip dari laman resmi BPPT, Senin (6/1/2020) Teknologi Modifikasi Cuaca sejatinya sebuah pemanfaatan teknologi yang berupaya inisiasi ke dalam awan agar prosesor yang terjadi di awan lebih cepat. Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT, Tri Handoko Seto teknologi tersebut berupaya untuk meningkatkan dan mempercepat jatuhnya hujan. "Hujan buatan atau teknologi modifikasi cuaca ini adalah, dengan cara melakukan penyemaian awan (cloud seeding) menggunakan bahan-bahan yang bersifat higroskopik (menyerap air) sehingga proses pertumbuhan butir-butir hujan dalam awan akan meningkat dan selanjutnya akan mempercepat terjadinya hujan," kata Seto. Lebih lengkapnya, awalnya hujan diturunkan lebih dahulu di beberapa wilayah. Dalam sekali pengaplikasiannya, umumnya menghabiskan 3.000 karung garam Perak Iodida seberat 4 ton yang diangkut menggunakan pesawat Hercules C-130 TNI-AU dan CASA 212-200. Setelah mencapai spot, seluruh garam tersebut ditebar. Untuk sekali operasi, biaya yang dihabiskan hingga Rp20 miliar. “Tidak murah biayanya, bisa mencapai 20 miliar,” kata Seto. Selain menggunakan pesawat, modifikasi cuaca juga dapat dilakukan dengan menggunakan flare (roket) yang menembakkan garam ke awan. "Untuk melakukan Operasi TMC butuh pesawat yang biasanya dimodifikasi khusus untuk operasi TMC, guna mengangkut kru serta bahan semai, berupa garam halus yang nantinya akan disemai di dalam awan," paparnya.

Selengkapnya ...

Dukung Merdeka Belajar dari Hulu ke Hilir

Tanggal: 09/01/2020

Komentar Perkuliahan IPS di FKIP Universitas Jambi. Mahasiswa calon guru difasilitasi untuk lebih banyak berdiskusi memecahkan masalah yang terkait dengan kehidupan sehari-hari.(DOK. TANOTO FOUNDATION) Penulis Yohanes Enggar Harususilo | Editor Yohanes Enggar Harususilo Kompas.com  Kebijakan Merdeka Belajar diluncurkan Mendikbud Nadiem Makarim perlu didukung mulai dari hulu ke hilir, mulai dari siswa, guru, peran kepemimpinan kepala sekolah, orangtua, masyarakat hingga pendidikan tinggi yang melahirkan para calon guru. Mahasiswa calon guru di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) juga perlu difasilitasi untuk dapat memberikan pendidikan berkualitas sesuai dengan semangat Merdeka Belajar. “Kami melatih dan mendampingi para guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, dan komite sekolah untuk bekerja sama dalam meningkatkan hasil belajar siswa," ujar CEO Global Tanoto Foundation, Satrijo Tanudjojo, Rabu melalui rilis resmi (1/1/2020). Satrijo menambahkan, "Di saat yang sama, kami juga memfasilitasi para dosen di LPTK untuk menerapkan perkuliahan yang menekankan pada praktik bagi mahasiswa calon guru. Agar saat menjadi guru, mereka mampu menerapkan pendidikan berkualitas. ” Menurut Satrijo, program peningkatan kualitas pendidikan harus dilakukan mulai hulu ke hilir. Para guru yang sudah mengajar dilatih dan didampingi dalam menerapkan pembelajaran aktif dan budaya baca. Begitu juga dengan para calon guru di LPTK. Mereka harus disiapkan untuk menjadi guru yang mampu menerapkan pembelajaran aktif yang berkualitas.

Selengkapnya ...

 < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 >  Last ›