Berita

5 Aplikasi untuk Cek Cuaca Ekstrem

Tanggal: 23/01/2020

Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut cuaca ekstrem masih akan terjadi hingga Maret 2020. Cuaca ekstrem yang menyebabkan hujan deras dengan intensitas tinggi bakal terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia. Akibat cuaca ekstrem itu, wilayah Jabodetabek diguyur hujan deras sejak Selasa (31/12) sore hingga Rabu (1/1) siang. Bahkan sebagian wilayah Jabodetabek yang berada dekat aliran sungai terendam. Guna memastikan prakiraan cuaca itu, berikut daftar aplikasi yang bisa Anda unduh di Google Play Store untuk menghimpun informasi terkait cuaca:

Selengkapnya ...

LIPI Ungkap Alasan Jakarta Sering Terkena Bencana Banjir

Tanggal: 09/01/2020

Jakarta, CNN Indonesia -- Bencana banjir seolah tak bisa dilepaskan dari ibu kota Jakarta. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) membeberkan alasan-alasan fundamental yang membuat Jakarta terus terkena bencana banjir. Peneliti Hidrologi Puslit Limnologi LIPI, M. Fakhruddin menjelaskan alasan pertama adalah Jakarta berada di dataran rendah. Tak hanya itu, perubahan iklim global juga mengakibatkan tingginya curah hujan. Saat ini Jakarta mencatat angka curah hujan 377 mm per hari, meningkat dari angka terbesar dengan angka 340 mm pada 2007 lalu. Tak hanya itu, Jakarta terus mengalami penurunan tanah akibat pembangunan gedung besar yang diiringi dengan pengambilan air tanah yang berlebihan. "Pertama tentang jakarta itu daerah rendah. Terus kedua Jakarta itu ada penurunan tanah, karena air tanah itu diambil sehingga ada tekanan dari atas turun-turun terus," kata Fakhrudin saat jumpa pers di Gedung LIPI, Jakarta, Selasa (7/1). Dalam kesempatan yang sama, Peneliti Pusat Penelitian Kebijakan dan Manajemen Iptek dan Inovasi LIPI, Galuh Syahbana setuju dengan Fakhrudin terkait letak geografis Jakarta yang mendukung bencana banjir. Galuh juga mencatatat Jakarta mengalami penurunan permukaan tanah kurang lebih 7,5 cm per tahun sejak tahun 1975. "Lahan yang di bawah permukaan laut, sekitar 30 persen sampai 50 persen artinya dari situ banjir dari sisi air laut," kata Galuh. Galuh juga mengatakan Jakarta sebagai kota pelabuhan berpotensi turut tenggelam akibat perubahan iklim. Perubahan iklim menyebabkan es di kutub meleleh sehingga permukaan laut naik. Artinya permukaan tanah Jakarta mengalami penurunan, sedangkan permukaan laut mengalami kenaikan. "Dari sisi kota-kota pantai di dunia itu kalau kita bicara perubahan iklim itu kan banyak es di kutub yang meleleh," ujar Galuh. Lebih lanjut, Galuh menjelaskan Jakarta sebagai kota metropolitan memiliki masalah klasik terkait urbanisasi. Pembangunan yang tak terkontrol tanpa memerhatikan aspek lingkungan juga turut membuat Jakarta menjadi daerah rawan banjir. "Semakin urbanisasi semakin dia lupa untuk memperhatikan aspek lingkungan hidup. Artinya yang tadi betonisasi, aspalisasi, membuat air semakin lama menghilang di permukaan dan itu membuat rawan banjir," kata Galuh. 

Selengkapnya ...

4 Situs Wajib Cek Agar Tak Pilih Rumah Rawan

Tanggal: 09/01/2020

Jakarta, CNN Indonesia -- Beberapa wilayah di Jabodetabek tergenang air akibat hujan lebat pada malam pergantian tahun. Banjir seolah sudah menjadi tamu tahunan yang rutin mengunjungi warga Jakarta. Beberapa kawasan perumahan seperti Ciledug, Kemang, hingga Kelapa Gading juga turut terendam banjir. Bencana banjir tentu patut dihindari bagi masyarakat yang sedang mencari rumah. Dari sisi teknologi, sesungguhnya menawarkan alternatif lewat penerapan Big Data. Beberapa situs juga memberikan peta-peta rawan bencana banjir yang bisa diakses oleh masyarakat. Berikut beberapa situs yang bisa digunakan masyarakat sebagai bahan pertimbangan sebelum membeli rumah: 

Selengkapnya ...

Mobil Antibanjir Pemerintah Gresik Pakai Basis Pikap Triton

Tanggal: 09/01/2020

Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Kabupaten Gresik punya 'mainan' baru berupa mobil antibanjir yang digunakan untuk membantu misi penyelamatan warga ketika banjir datang. Dijelaskan Kepala BPBD Gresik Tarso Sagito, mobil berbodi besar layaknya kendaraan amfibi yang kerap digunakan prajurit TNI tersebut dirakit khusus oleh perusahaan karoseri di Jawa Timur. Pemerintah Kabupaten Gresik menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk memastikan mobil sesuai fungsinya. "Pengerjaan di Jawa Timur setelah kami konsultasi soal rancang bangun dengan ITS. Ini baru, sudah ada hak ciptanya juga," kata Tarso saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (8/1). Tarso memaparkan mobil tersebut dibangun menggunakan basis Mitsubishi Triton keluaran terbaru. Yang dimanfaatkan dari mobil asal Jepang itu cuman sasis dan mesinnya, selebihnya dilucuti. Modifikasi meliputi bodi baru menggunakan baja setebal 3 milimeter, sampai posisi mesin dan knalpot yang dibuat lebih tinggi dari sebelumnya. "Iya jadi itu mobil baru langsung dibongkar, terus dimodifikasi. Untuk mesin sepertinya ada ubahan, karena kan menyesuaikan dengan bobot kendaraan," katanya. Setelah mengalami modifikasi, mobil antibanjir akhirnya memiliki profil jangkung dengan tinggi tiga meter. Mobil diklaim masih aman untuk menerobos genangan air setinggi 1,5 meter. "Pelat bodinya juga cukup tebal, ada sekitar tiga mili. Tapi bukan anti peluru, tapi memang tebal," katanya. Ia menjelaskan mobil tersebut sangat membantu saat mengevakuasi korban banjir. Sebab mobil dapat menampung 10 penumpang sekaligus dalam satu kali jalan. "Muat banyak di dalamnya. Ada 11 orang bisa itu sudah sama sopir," ujar Tarso. Proses pembuatan mobil sampai selesai disebut memakan waktu tidak sampai lima bulan. Tidak ada penjelasan berapa biaya modifikasi demi meminang mobil antibanjir ini. Mobil baru BPRD Gresik ini diketahui menghabiskan biaya Rp936 juta, mulai dari membeli mobil baru sampai modifikasi selesai. Pemerintah setempat menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Gresik 2019. "Itu tapi sudah full sekaligus mobilnya (Triton) sampai modifikasi," tutup Tarso. (ryh/mik)

Selengkapnya ...

 < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 >  Last ›