Berita

Ini 7 Profesi yang Terancam karena Kemajuan Teknologi

Tanggal: 08/01/2019

BBC Magazine - detikNews
Apakah pekerjaan Anda membosankan dan dilakukan berulang-ulang? Jika itu yang terjadi maka Anda beralasan untuk menjadi cemas. "Pekerjaan apa pun yang rutin dan dapat ditebak akan dilakukan melalui algoritma matematika dalam lima atau sepuluh tahun lagi," kata manajer keuangan dan pengarang, John Pugliano - paling tidak di negara-negara maju. Pugliano adalah penulis sejumlah buku yang mengejutkan seperti "The Robots are Coming: A Human's Survival Guide to Profiting in the Age of Automation". Daftar profesi yang dipandangnya terancam termasuk beberapa yang sampai sekarang dianggap aman karena memerlukan orang yang sangat berkualifikasi, seperti bidang kesehatan dan hukum. Berbicara kepada BBC News Mundo, Pugliano mengatakan, "Dokter dan pengacara tidak akan musnah. Tetapi lapangan pekerjaan mereka akan berkurang sebagian." Inilah tujuh profesi yang akan terancam teknologi dan sebagian lainnya yang akan bertahan, menurut Pugliano. Dokter umum akan kehilangan tempat di masa depan, kata Pugliano. 

Selengkapnya ...

Patut Dicoba, Begini Trik Kirim File Berukuran Besar via Email

Tanggal: 07/01/2019

Liputan6.com, Jakarta - Banyak dari kamu pasti sering menggunakan email sebagai salah satu cara untuk mengirimkan file, baik itu hanya sebatas dokumen hingga foto. Akan tetapi, bagaimana bila kamu ingin mengirimkan file berbasis audio atau video yang ukurannya lebih dari 30MB (megabyte)? Yang pasti layanan Gmail tidak mungkin digunakan, karena Google sendiri memberikan batasan ukuran file yang hanya sebesar 20MB. Lalu bagaimana solusi bila kamu ingin mengirim file berukuran besar? Dirangkum dari Ubergizmo, Minggu (6/1/2019), berikut adalah solusi yang bisa kamu gunakan. Bagi yang belum terbiasa, kamu bisa memanfaatkan berbagai layanan cloud yang tersedia di internet. Untuk keperluan tutorial ini, kami menggunakan Google Drive yang menawarkan ruang cloud gratis sebesar 17GB. Simak caranya berikut ini.

Selengkapnya ...

Kecepatan Internet Palapa Ring Tengah Diklaim Capai 40 Mbps Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Tanggal: 04/01/2019

KOMPAS.com - Proyek internet cepat Palapa Ring Paket Tengah telah rampung sejak akhir Desember lalu. Kecepatan jaringan kabel serat optik yang dibangun melintasi 17 kabupaten dan kota itu diklaim dapat mencapai 40 Mbps. Menurut Direktur Infrastruktur Badan Akesisbilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), Bambang Noegroho, kecepatan internet 40 Mbps ini merupakan peningkatan dari sebelumnya yang hanya berkisar 2 Mbps. Angka ini diperoleh saat uji coba menggunakan aplikasi Speedtest di Terminal Station Morotai. Sementara itu di lokasi lain, yakni di sekitar Taman Kota Morotai, kecepatan yang diperoleh berkisar 30 Mbps. "Kecepatan internet pada saat speedtest bisa mencapai 40 Mbps untuk unduh (download), sedangkan untuk unggah (upload) mencapai 7 Mbps. Hal ini seharusnya dimanfaatkan operator agar masyarakat mendapatkan manfaat lebih besar," ungkap Bambang lewat pernyataan resminya kepada KompasTekno, Kamis (3/1/2019). Ia menambahkan, dengan adanya proyek Palapa Ring ini, diharapkan akses telekomunikasi dan internet bisa tersebar lebih merata di wilayah Indonesia. 

Selengkapnya ...

Uji Coba Palapa Ring Tengah, Menkominfo Video Call dengan Menteri Desa Tertinggal

Tanggal: 03/01/2019

Liputan6.com, Morotai - Proyek infrastruktur tulang punggung jaringan telekomunikasi broadband (pita lebar) Palapa Ring Paket Tengah telah selesai digarap oleh PT LEN Telekomunikasi Indonesia (LTI). Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara meninjau sekaligus melakukan uji coba penggunaan jaringan WiFi dari network operation center (NOC) yang ada di Desa Muhajirin Baru, Morotai, dengan panggilan video. Pria yang karib disapa Chief RA itu dua kali melakukan panggilan video, yakni dengan Komandan Pangkalan TNI AU (Danlanud) Raden Sadjad Kolonel Pnd Prasetiya Halim di Ranai, Natuna, Kepulauan Riau. Sekadar diketahui, akses internet di Lanud Raden Sadjad menggunakan layanan Palapa Ring Paket Barat yang sudah on air sejak Maret 2018. Selanjutnya, panggilan kedua adalah kepada Menteri Desa, Pemberdayaan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo yang ada di Jakarta. Rudiantara menyebut, dengan rampungnya Palapa Ring Paket Tengah, komunikasi dan sinergi antara lembaga akan semakin optimal ke depannya. "Bisa dibayangkan, ke depan seorang menteri desa dapat berhubungan langsung dengan tiga kepada desa sekaligus dari 75 ribu kepala desa, dengan menggunakan ponsel saja. Inilah bentuk cepatnya perkembangan teknologi yang bisa kita manfaatkan untuk bangsa ini," kata Rudiantara, Rabu (2/1/2019). Sementara itu, Direktur Infrastruktur BAKTI Bambang Noegroho menuturkan proyek Palapa Ring merupakan proyek strategis pemerintah yang bertujuan untuk mengatasi kesenjangan dan menunjang penyediaan akses telekomunikasi dan internet yang merata ke seluruh wilayah Indonesia. Untuk diketahui, kapasitas Palapa Ring Tengah mencapai 100Gbps (Gigabyte per second) dengan kecepatan akses di Terminal Station Morotai mencapai 40Mbps (Megabyte per second). Selain itu, kecepatan akses di sekitar Taman Kota Morotai mencapai 30Mbps. Kecepatan ini mengalami peningkatan dari sebelumnya yang hanya berkisar 2Mbps. “Kecepatan internet pada saat speedtest bisa mencapai 40Mbps untuk unduh, sementara untuk unggah mencapai 7Mbps. Hal ini seharusnya dimanfaatkan operator agar masyarakat mendapatkan manfaat lebih besar.” ujar Nugroho. Dalam kesempatan yang sama, Rudiantara juga meninjau base transceiver station (BTS) 2G yang dibangun oleh BAKTI di Desa Waringin. Desa Waringin, Morotai, merupakan salah satu desa yang belum disentuh oleh akses telekomunikasi. Dengan hadirnya BTS ini, warga desa tersebut dapat saling melakukan panggilan ataupun berkirim pesan dengan sanak saudara di tempat lain. Pasalnya, sebelum kehadiran BTS ini, seorang warga bernama Arnol menuturkan, mereka perlu berjalan jauh ke arah ketinggian untuk bisa membuat panggilan.

Selengkapnya ...

 < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 >  Last ›