Berita

NASA Berhasil Uji Coba Helikopter Mini untuk Terbang ke Mars

Tanggal: 02/04/2019

Liputan6.com, Jakarta - NASA dilaporkan berhasil mengujicoba helikopter mini yang akan mereka terbangkan ke Planet Mars. Kabarnya, helikopter tersebut akan diterbangkan ke Planet Merah pada 2020 atau 2021 mendatang. Dilansir Mirror pada Senin (1/4/2019), jika dilihat dari wujudnya, helikopter menyerupai drone seperti yang sudah kita lihat di langit selama ini. Meski akan diterbangkan ke ruang hampa udara, bobot helikopter mini tersebut cuma 1,8 kilogram saja. Ia diujicoba di dalam ruang vakum Jet Propulsion laboratory milik NASA. Adapun fungsi dari ruang vakum akan memberikan oksigen, nitrogen, dan gas lain seperti karbondioksida untuk seolah-seolah memberikan kondisi serupa mirip dengan atmosfer Mars. Hasiilnya, helikopter mampu bertahan di kondisi ekstrem tersebut. Helikopter ini, akan dikontrol NASA dari jarak ratusan juta mil jauhnya. Nanti, ia juga akan terbang ke dalam atmosfer Mars yang dingin dengan temperatur minus 90 derajat Celsius. "Menyesuaikan kondisi atmosfer Mars ke helikopter adalah salah satu tantangan yang kita alami sekarang," kata Teddy Tzanetos, konduktor uji coba helikopter. "Kami ingin benar-benar menciptakan simulasi terbang di Mars dan membuatnya merasakan gravitasi yang berbeda, menggingat gravitasi Mars lebih lemah," lanjutnya. NASA sendiri menargetkan untuk menerbangkan helikopternya ke Mars pada 2020. Menurut estimasi, helikopter akan mendarat di permukaan Mars pada Februari 2021.

Selengkapnya ...

2020, NASA Bakal Terbangkan Helikopter ke Mars

Tanggal: 27/03/2019

Liputan6.com, Jakarta - Wacana NASA bakal mengirim helikopter ke Mars sebetulnya sudah berhembus sejak dua tahun terakhir. Namun bisa dipastikan, kalau Badan Antariksa Amerika Serikat tersebut akan menerbangkan helikopter kecil ke planet merah pada 2020. Nantinya, helikopter ini akan terbang mengitari di atmosfer Mars yang 10 kali lebih tipis dari Bumi. Desain helikopter bernama Mars Helicopter ini sudah dikerjakan selama empat tahun oleh Jet Propulsion Laboratory NASA. Namun ketika itu, belum dapat diputuskan kapan helikopter tersebut akan diterbangkan. Kendati demikian, helikopter disebut tak akan mempengaruhi misi penerbangan ke Mars. Jika helikopter ini berhasil, bisa jadi akan dapat membantu misi ke Mars karena mampu merekam video dalam posisi bird-eye, sesuatu yang tak dapat dilakukan sebelumnya. Bahkan bukan tak mungkin, helikopter bisa digunakan untuk menjelajah wilayah yang tak terjangkau sebelumnya. Rencananya, helikopter akan disematkan di bawah rover yang diterbangkan ke Mars. Begitu tiba di Planet Merah, helikopter akan mencari tempat yang tepat untuk mulai meluncur dan terbang. Akan tetapi perlu diingat, karena jarak Bumi dan Mars sangat jauh, perintah yang diberikan membutuhkan waktu beberapa menit untuk dapat diterima helikopter. "Ide helikopter yang terbang di planet lain ini sangat menarik. Mars Helicopter menawarkan banyak kesempatan untuk perkembangan ilmu, penemuan, dan misi Mars di masa depan," jelas anggota NASA Jim Bridenstine. Sekadar informasi, misi ke Mars ini direncanakan akan dilakukan pada 2020, tepatnya di Bulan Juli. Apabila sesuai jadwal, pesawat luar angkasa yang diluncurkan dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat ini akan tiba di Mars pada Februari 2021.

Selengkapnya ...

Instagram Perkenalkan Fitur Belanja dalam Aplikasi

Tanggal: 20/03/2019

KOMPAS.com - Setelah diam-diam menghadirkannya ke beberapa pengguna terpilih, Instagram akhirnya memperkenalkan fitur belanja di dalam aplikasi (in-app purchase). Dengan fitur "checkout" baru ini,  pengguna bisa membeli produk langsung dari posting yang diunggah para retailer atau e-commerce dan membayarnya langsung tanpa harus keluar aplikasi Instagram. Instagram bekerja sama dengan PayPal sebagai pilihan pembayaran dalam aplikasi. Ada 23 retailer kenamaan yang produknya bisa dibeli pengguna, yakni Nike, Burberry, dan H&M. Ke depan, kemungkinan daftar retailer akan bertambah panjang. "Ketika kami membuat pengalaman ini beberapa tahun lalu, niat kami adalah untuk membangun pengalaman komplit berbelanja untuk orang-orang," jelas Vishal Shah, Head of Product Instagram. Instagram telah menjajal fitur belanja sejak tahun 2016 ke beberapa retailer. Di dalam setiap posting yang diunggah terdapat logo tas belanja di pojok kiri bawah. Ketika tas tersebut diketuk, akan muncul beberapa item lengkap dengan harga. Pengguna cukup memilih item mana yang ingin dibeli. Sebelum fitur belanja ini dirilis resmi, untuk menyelesaikan proses pembayaran, pengguna harus mengunjungi situs retailer yang bersangkutan di luar aplikasi Instagram. Namun mulai kini, fitur checkout akan memudahkan pengguna membayar langsung melalui aplikasi.

Selengkapnya ...

Tantangan Penerapan "Artificial Inteligence" di Indonesia Artikel ini telah tayang di Kompas.com de

Tanggal: 13/03/2019

JAKARTA, KOMPAS.com - Menurut studi yang dilakukan Microsoft bersama dengan firma riset IDC tentang adopsi kecerdasan buatan ( artificial intelligence/AI) di kawasan Asia Pasifik, menemukan fakta bahwa Indonesia ternyata masih minim mengadopsi teknologi tersebut. Survei bertajuk "Future Ready Business: Assessing Asia Pasific's Growth Potential Through AI" ini menunjukkan bahwa hanya 14 persen perusahaan di Indonesia yang telah benar-benar telah mengadopsi AI secara total. Rendahnya adopsi AI di perusahaan Indonesia, ditengarai karena pandangan antara pemimpin dan karyawan mengenai implementasi AI. Terutama masih banyaknya pekerja yang skeptis dengan adopsi AI di perusahaannya. "Pegawai lebih skeptikal dibanding pemimpin bisnis tentang pengadopsian AI di organisasi mereka," ungkap Haris Izmee, Presiden Direktur Microsoft Indonesia dalam sebuah acara temu media di Jakarta, Rabu (12/3/2019). Haris menjabarkan tiga hal yang menjadi tantangan adopsi AI di Indonesia. Tantangan pertama adalah kepemimpinan (leadership), di mana menurutnya masih banyak pemimpin bisnis yang masih belum berkomitmen untuk investasi AI. "Masih ada pemimpin bisnis yang belum berani mengambil pendekatan untuk implementasi (untuk adopsi) AI," jelasnya. Kemudian, tantangan kedua adalah soal keterampilan, terutama pegawai yang menurutnya butuh lebih banyak ditingkatkan. Terakhir, Haris menyebut kebudayaan menjadi tantangan lain dalam adopsi AI di Indonesia. Kebudayaan di sini lebih ditujukan pada kebudayaan yang berlaku di masing-masing perusahaan. "Kebudayaan ada hubungannya dari segi skill dan leadership. Pemimpin harus mengatur kondisi untuk mengadopsi AI dan berinvestasi dengan melakukan pelatihan di perusahaan mereka," ujarnya. Saat ditanya apakah infrastruktur turut ambil andil dalam lambannya adopsi AI, menurut Haris, justru saat ini pemerintah sudah mulai tertarik untuk mulai mengeksekusinya. Ia mencontohkan saat penyelenggaraan Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang. "Asian Games juga menggunakan AI untuk mengawasi kondisi stadion dan memastikannya aman untuk semua orang," contohnya. Skill untuk AI Soal skill, Haris mengungkap ada tiga softskill utama yang banyak dibutuhkan di Indonesia. Pertama adalah kepemimpinan dan manajemen, kewirausahaan, dan keterampilan mengambil inisiatif, serta keterampilan berpikir analitis. Sementara untuk ketrampilan teknologi yang paling banyak dibutuhkan saat ini adalah keterampilan teknologi, seperti TI dan programing. Studi ini juga menemukan fakta bahwa mulai banyak perusahaan yang menyadari pentingnya re-skliling dan re-training bagi karyawannya untuk menghadapi perubahan lansekap bisnis. Untuk membantu memberdayakan karyawan, 81 persen pelaku bisnis memprioritaskan pemberdayaan keterampilan karyawan di masa depan melalui alokasi investasi. Sebagian besar perusahaan mengalokasikan investasi pada sistem AI dan keterampilan pegawai. Namun, dari data yang diperoleh, 48 persen pemimpin bisnis belum menerapkan rencana untuk membantu karyawannya memperoleh keterampilan yang tepat. Sebanyak 20 persen merasa bahwa karyawannya tidak tertarik mengembangkan keterampilan baru. Padahal data menunjukkan, hanya 2 persen karyawan saja yang tidak tertarik memperoleh keterampilan baru.

Selengkapnya ...

 < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 >  Last ›