Berita

Pengumuman Hasil Seleksi Beasiswa KIPK STMIK Widya Pratama Pekalongan

Tanggal: 14/09/2020

Setelah sebelumnya dilaksanakan seleksi secara tertulis dan pelaksanaan survey kepada calon mahasiswa penerima beasiswa KIPK, tepatnya pada Kamis pagi 10 September 2020 calon mahasiswa penerima kipk dikumpulkan untuk diberikan hasil seleksi final untuk ke 18 mahasiswa terpilih di ruang lab bahasa STMIK Widya Pratama. Diantaranya ada Saniatuz Zulfa yang merupakan peringkat pertama penerima beasiswa KIPK dengan nilai 82,5 disusul dengan mahasiswa KIPK terpilih lainnya. Ketua STMIK Widya Pratama Sattriedi Wahyu Binabar, M. Kom menyampaikan bahwa nantinya ke 18 mahasiswa ini akan diberikan pengarahan supaya dapat mempertahankan prestasi nya dengan baik . Bapak Sattriedi juga berharap kepada mahasiswa untuk dapat lebih aktif dan berkontribusi untuk masyarakat.

Selengkapnya ...

Pembukaan Rangkaian Acara Pekan Art Festival Kota Pekalongan

Tanggal: 11/09/2020

Pekalongan Art Festival atau paf yang diselenggarakan ke  - 4 kalinya di Kota Pekalongan pada tahun ini bertemakan srawung suwung manggung. Dimulai dari tanggal 8 september hingga 12 september 2020, dan diselenggarakan di gor jetayu Kota Pekalongan. Ketua dewan kesenian Kota Pekalongan s harsana ragil menyampaikan bahwa kegiatan paf ke – 4 ini berbeda dari tahun sebelumnya yang disebabkan karena pandemi corona, namun pihaknya telah mengantisipasi dan menerapkan protokol kesehatan diantaranya dengan menerapkan tiket secara digital bagi para pengunjung dengan mengisi data diri melalui google forms. Selain itu tersedianya tempat untuk cuci tangan, penyediaan hand sanitizer disetap pintu masuk dan pemeriksaan suhu tubuh menggunakan termogun juga dilakukan. Penempatan balkon sebagai tempat duduk dan pembatasan jumlah pengunjung yang berada di dalam gor jetayu juga dilakukan dengan berdasarkan data yang ada di google forms. Kegiatan ini juga diawasi dengan baik oleh pihak kepolisian, tni, tenaga medis dan tentunya pihak pemerintah Kota Pekalongan. S harsana ragil juga menyampaikan untuk memberikan akses lebih mudah kepada masyarakat Kota Pekalongan dan sekitarnya pihak dkkp melakukan live streaming melalui platform youtube untuk setiap acara yang tengah berlangsung. Acara pembukaan paf ke – 4 Kota Pekalongan dihadiri oleh waliKota Pekalongan h m saelany mahfudz dan jajaran forkopimda, para komunitas seni di Kota Pekalongan dan masyarakat sekitar. WaliKota Pekalongan H. M Saelany Mahfudz mengapresiasi atas terselenggaranya acara ini sekaligus membuka rangkaian acara pekalongan Art Festival ke – 4 . Rangkaian acara yang akan diselenggarakan diantaranya. Hari pertama akan disajikan 10 karya seni tari dari 10 sanggar yang ada di Kota Pekalongan, untuk hari kedua ada gelaran musik millenial dari Kota Pekalongan, lalu untuk hari ketiga terdapat pentas teater dari 8 komunitas di Kota Pekalongan, hari keempat  pagelaran kesenian tradisi, dan hari terkahir yakni inagurasi diisi dengan pasar sastra dan pagelaran keroncong muda Kota Pekalongan, serta pemberian penghargaan bagi pemenang lomba film pendek 

Selengkapnya ...

BMKG: Awal Musim Hujan di Indonesia Akhir Oktober 2020

Tanggal: 08/09/2020

Jakarta, CNN Indonesia -- Pada akhir Maret 2020, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis bahwa awal musim kemarau di Indonesia bervariasi, sebagian besar dimulai bulan Mei hingga Juni 2020. Hasil pemantauan perkembangan musim kemarau hingga akhir Agustus 2020 menunjukkan bahwa hampir seluruh wilayah Indonesia sudah mengalami musim kemarau. "Akhir Agustus 2020 87 persen wilayah Indonesia sudah alami musim kemarau," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati lewat keterangan tertulis, Senin (7/9). Dwikorita menyampaikan bahwa musim hujan di Indonesia akan dimulai secara bertahap di akhir bulan Oktober, terutama dimulai dari wilayah Indonesia Barat dan sebagian besar wilayah Indonesia diprakirakan mengalami puncak musim hujan di bulan Januari dan Februari 2021. "Sebagian besar wilayah diprakirakan mengalami puncak musim hujan pada bulan Januari dan Februari 2021, yaitu sebanyak 248 ZOM (72,5 persen)", imbuh Dwikorita. Menurut Dwikora, Samudra Pasifik diprediksi berpeluang terjadi La-Nina, sedangkan Samudra Hindia berpotensi terjadi IOD negatif. BMKG menyatakan pemantauan BMKG hingga akhir Agustus 2020 terhadap anomali suhu muka laut pada zona ekuator di Samudera Pasifik menunjukkan adanya potensi La Nina (indeks Nino3.4= -0.69), yang berpotensi mengakibatkan peningkatan curah hujan di sebagian wilayah Indonesia pada saat musim hujan nanti. Hal tersebut sejalan dengan prediksi institusi meteorologi dunia lainnya yang menyatakan ada peluang munculnya anomali iklim (La Nina). La Nina berkaitan dengan lebih dinginnya suhu muka laut di Pasifik ekuator dan lebih panasnya suhu muka laut wilayah Indonesia, sehingga menambah suplai uap air untuk pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah Indonesia dan menghasilkan peningkatan curah hujan. Sementara itu di Samudra Hindia, pemantauan terhadap anomali suhu muka laut menunjukkan kondisi IOD negatif (indeks IOD= -0.47). IOD negatif menandai suhu muka laut di Samudra Hindia sebelah barat Sumatra lebih hangat dibandingkan suhu muka laut Samudra Hindia sebelah timur Afrika. Hal ini juga menambah suplai uap air untuk pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah Indonesia dan menghasilkan peningkatan curah hujan, khususnya untuk wilayah Indonesia bagian barat. Kondisi IOD negatif ini berpeluang bertahan hingga akhir tahun 2020. Baik kondisi La Nina dan IOD negatif tersebut diprediksi mengakibatkan sebagian wilayah Indonesia atau 27,5 persen Zona Musim (ZOM) berpotensi mengalami musim hujan yang cenderung lebih basah daripada rerata klimatologisnya. Meskipun secara umum kondisi Musim Hujan 2020/2021 di sebagian besar wilayah Indonesia atau pada 243 ZOM (71 persen) diprakirakan normal atau sama dengan rerata klimatologisnya. Awal, Sifat dan Puncak Musim Hujan. Datangnya musim hujan umumnya berkaitan erat dengan peralihan Angin Timuran yg bertiup dari Benua Australia (Monsun Australia) menjadi Angin Baratan yang bertiup dari Benua Asia (Monsun Asia). Deputi Klimatologi BMKG, Herizal menambahkan bahwa peralihan angin monsun diprediksi akan dimulai dari wilayah Sumatra pada Oktober 2020, lalu wilayah Kalimantan, kemudian sebagian wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara pada November 2020. "Akhirnya Monsun Asia sepenuhnya dominan di wilayah Indonesia pada bulan Desember 2020 hingga Maret 2021," kata Herizal. Dari total 342 Zona Musim (ZOM) di Indonesia, sebanyak 34,8 persen diprediksi akan mengawali musim hujan pada bulan Oktober 2020, yaitu di sebagian Sumatra, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi. Sebanyak 38,3 persen wilayah akan memasuki musim hujan pada bulan November 2020, meliputi sebagian Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua. Sementara itu 16,4 persen di Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, NTB, NTT dan Papua akan masuk awal musim hujan di bulan Desember 2020. Jika dibandingkan terhadap rerata klimatologis Awal Musim Hujan (periode 1981-2010), maka Awal Musim Hujan 2020/2021 di Indonesia diprakirakan mundur pada 154 ZOM (45 persen), SAMA dengan normal pada 128 ZOM (35 persen), dan MAJU pada 68 ZOM (20 persen). Selanjutnya, apabila dibandingkan terhadap rerata klimatologis Akumulasi Curah Hujan Musim Hujan (periode 1981-2010), maka secara umum kondisi Musim Hujan 2020/2021 diprakirakan normal atau sama dengan rerata klimatologisnya pada 243 ZOM (71 persen). Namun sejumlah 92 ZOM (27,5 persen), akan mengalami kondisi hujan ATAS NORMAL (musim hujan lebih basah), yaitu curah hujan musim hujan lebih tinggi dari rerata klimatologis) dan 5 ZOM (1,5 persen) akan mengalami bawah normal (musim hujan lebih kering), yaitu curah hujan lebih rendah dari reratanya).

Selengkapnya ...

Cara Mendapatkan Kuota Data Gratis dari Pemerintah untuk Belajar Online

Tanggal: 31/08/2020

Jakarta - Untuk mempermudah akses pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar online, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bekerjasama dengan operator seluler.

Selengkapnya ...

 < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 >  Last ›