Berita

Serangan Siber 2020 Makin Ngeri, Pakai Kecerdasan Buatan

Tanggal: 09/01/2020

Jakarta, CNN Indonesia -- Serangan siber dengan menggunakan kecerdasan buatan (AI) diprediksi akan makin mengerikan pada 2020. Lembaga riset siber Indonesia CISSReC (Communication & Information System Security Research Center) menyebut mereka akan menyerang dengan kecerdasan buatan, sehingga membuat serangan siber semakin berbahaya. Ketua CISSReC Pratama Persadha mengatakan peretas memanfaatkan AI agar malware, ransomware, virus, hingga trojan bisa terus berkembangan dan terus memperbaiki kelemahannya untuk melawan anti virus. "Perkembangan AI memang sangat menggembirakan, bahkan menjadi solusi di berbagai tempat. Namun kita juga wajib antisipasi bahwa AI digunakan untuk mengembangkan perangkat serangan siber yang lebih canggih, sebuah parasit di wilayah siber yang bisa berpikir seperti manusia," kata Pratama dalam keterangan resmi, Selasa (31/12). Bagi Pratama, perkembangan AI tak hanya mendorong perkembangan industri digital tapi juga turut mendorong perkembangan serangan siber. Serangan siber lewat Internet of Thing (IoT) juga akan diprediksi akan meningkat pada 2020. Keunggulan IoT yang menghubungkan berbagai perangkat satu sama lain justru menciptakan celah bagi peretas untuk masuk ke jaringan bisnis. "Maraknya perangkat terhubung satu sama lain bisa menciptakan celah bagi penyerang untuk membajak perangkat ini untuk menyusup ke jaringan bisnis," ujar Pratama. Ancaman terhadap kelangsungan pilkada serentak 2020 di tanah air juga bisa berasal dari wilayah siber. Pratama mengatakan AI juga bisa dimanfaatkan untuk menyebarkan ujaran kebencian dan hoaks yang membahayakan situasi kondusif pilkada serentak. Oleh karena itu, Pratama berharap penegakan hukum dan edukasi bisa digencarkan untuk mengurangi ancaman terhadap pilkada serentak. Menurut Pratama, tren hoaks akan makin canggih. Terutama dengan teknologi deepfake yang bisa membuat video palsu yang mirip asli. Dengan deepfake, video palsu bisa dibuat dengan memanipulasi muka dan suara seseorang. Di video itu, seseorang bisa dibuat mengatakan sesuatu yang tidak ia katakan. Semua ini dikembangkan menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelegence/ AI). "Salah satu hasilnya adalah video hoax yang secara kasat mata sulit sekali dibedakan mana asli mana hoax. Ini harus diwaspadai sejak dini, karena rawan memecah belah masyarakat bawah," tegas Pratama. Minimnya edukasi kepada masyarakat juga berkaitan dengan tingginya peretasan phising yang dibungkus melalui rekayasa sosial. Kaspersky menyatakan bahwa ada 14 juta upaya phising hanya di Asia Tenggara sepanjang paruh pertama 2019. Pratama mengatakan semakin banyak orang sadar celah keamanan tidak selalu soal sistem pada web, aplikasi dan jaringan. Makin banyak yang menyadari bahwa manipulasi bisa juga dilakukan lewat korban yang minim pengetahuan teknologi informatika. Celah keamanan yang paling banyak dimanfaatkan adalah meminta OTP melalui SMS maupun telepon. Praktek ini merupakan praktek rekayasa sosial yang sudah sering dilakukan pelaku kejahatan dengan berbagai modus operasi. Pratama kemudian mencotohkan kasus Gopay Maia Estianty yang mengalami serangan siber akibat bobolnya OTP. "Baik pihak perbankan, marketplace dan siapapun yang berbisnis dengan internet serta aplikasi harus memperhatikan ini. Aspek penguatan keamanan siber tidak hanya di teknis, namun juga edukasi ke masyarakat, sehingga memperkecil peluang penipuan," kata Pratama Pratama mengatakan dari sisi SDM, Indonesia harus berbenah diri untuk siap menghadapi ancaman siber dan digitalisasi. SDM di Indonesia saaat ini dianggap kurang siap menghadapi ancaman siber dan digitalisasi. "Pemerintah cukup menyadari ini dengan mengadakan Digital Talent 2019 yang salah satunya memperbanyak SDM dengan kemampuan di bidang siber, salah satunya adalah keamanan siber," tutur Pratama. (jnp/eks)

Selengkapnya ...

6 Aplikasi Prakiraan Cuaca untuk Antisipasi Hujan

Tanggal: 09/01/2020

Kompas.com - 03/01/2020, 09:15 WIB BAGIKAN: Komentar Prediksi cuaca malam tahun baru(BMKG) Penulis Putri Zakia Salsabila | Editor Oik Yusuf KOMPAS.com - Musim hujan telah datang. Tumpahan air dari langit bisa menggagalkan atau mengganggu agenda tertentu, misalnya kegiatan di luar ruangan, apalagi kalau timbul banjir. Adakah aplikasi yang bisa memprediksi kedatangannya untuk antisipasi? Sebenarnya terdapat banyak sekali aplikasi perkiraan cuaca yang di PlayStore dan App Store, tapi tak semuanya jitu dan bisa diandalkan. Dirangkum KompasTekno dari Cnet, Jumat (3/1/2020), terdapat  aplikasi prakiraan cuaca yang direkomendasikan dan dapat memprediksi secara akurat. Berikut enam aplikasi tersebut. 

Selengkapnya ...

Spesifikasi dan Prediksi Harga PlayStation 5

Tanggal: 09/01/2020

Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan elektronik asal Jepang, Sony memperkenalkan produk konsol gim terbaru yakni PlayStation 5 (PS5) di pameran elektronik terbesar dunia CES 2020 di Las Vegas, Amerika. Bertepatan dengan acara CES 2020, CEO Sony Interactive Entertainment Jim Ryan juga mengungkapkan logo terbaru PS5, seperti dicuitkan akun @geoffkeighley. Dilansir CNN, PS5 memiliki atasan berbentuk V yang artinya lima menurut angka Romawi. Selain itu, ukuran konsol gim ini tampak lebih besar dibanding PS4 bahkan Xbox One X. PS5 mengandalkan cipset grafis AMD (Advanced Micro Devices) untuk mendukung teknik ray-tracing demi menghasilkan grafis gim yang lebih baik. Tak hanya itu, cipset AMD juga memilikifg hard drive SSD yang memungkinkan pengguna dapat mengakses gim lebih cepat. Sony disebut mendesain ulang pengontrol PS5, dengan menyematkan haptic (ilmu mengaplikasikan sensasi sentuhan ke dalam interaksi manusia dan komputer) sehingga pengguna dapat lebih merasakan apa yang terjadi di dalam permainan. "Dengan haptic, Anda benar-benar merasakan jangkauan umpan balik yang lebih luas. Anda bahkan bisa merasakan sensasi saat karakter gim berlari melalui rumput," tutur Ryan. "Hal itu kami lakukan untuk memperdalam perasaan ketika anda bermain gim," sambungnya. Meski begitu, Sony masih enggan menyebut berapa harga PS5 yang dijadwalkan akan mulai dijual tahun ini. Namun sejumlah analis pasar mengatakan PS5 akan dibanderol US$499 atau sekitar Rp6,9 juta (US$1 = Rp13,897). Sejumlah judul gim pada PS4 dikabarkan masih bisa dimainkan pada PS5. Konsol Sony ini pun akan mendukung gim dalam format 8K. Konsol gim ini akan menjadi pesaing utama Project Scarlett yang merupakan generasi penerus konsol Xbox. Microsoft dikabarkan juga akan meluncurkan Project Scarlett pada musim liburan 2020.

Selengkapnya ...

Sony Umumkan Logo dan Fitur PlayStation 5

Tanggal: 09/01/2020

Kompas.com - 07/01/2020, 11:23 WIB : Komentar Sony secara resmi mengumumkan logo dari konsol PlayStation 5. 

Selengkapnya ...

 < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 >  Last ›