Berita

Prosesor 32 "Core" AMD Dirilis Kuartal II 2017

Tanggal: 13/03/2017

SAN FRANCISCO, KOMPAS.com - AMD mengumumkan prosesor server terbarunya, Naples yang digadang-gadang bakal jadi penantang berat Intel Xeon seri E5 V4. Rencananya, Naples bakal dirilis pada kuartal kedua 2017 ini. “Selama ini, server atau data center kekurangan inovasi. Jika liat perkembangan CPU untuk tujuan tersebut, selama 7 tahun terakhir terakhir hanya ada penambahan kecil saja. Misalnya kecepatan GHz atau sekadar jumlah core,” ujar SVP and GM Enterprise, Embedded, Semi Custom Business Group AMD, Forrest Norrod di sela Ryzen Tech Days, di San Francicso awal Maret ini. “Padahal kita ini butuh sistem yang lebih kuat dan memang lahir untuk menangani cloud dan berbagai hal di masa sekarang. Karena itu dengan sangat bangga kami katakan, kami memiliki Naples yang bakal membawa inovasi ke server era masa kini,” imbuhnya. Norrod mengatakan, Naples dibekali banyak kelebihan. Antara lain core berjumlah 32, yang sanggup mengelola 64 threads secara bersamaan, memiliki memori delapan channel, mendukung RAM maksimal 2 TB, serta total 128 saluran transmisi data PCIe 3.0. Sementara itu, di segmen yang sama, Intel menawarkan 22 core dan 44 threads, empat channel memori, dukungan RAM maksimal hingga 1,5 TB. Dalam sebuah demo singkat, AMD menunjukkan Naples memiliki kinerja dan spesifikasi lebih tinggi dibandingkan Intel Xeon E5-2699A V4 yang berbasis arsitektur Broadwell. Demo ini menggunakan sistem komputasi bersoket ganda, sehingga masing-masing sistem memiliki dua Naples dan dua Intel Xeon. AMD sendiri membatasi kinerja sistem Naples pada 44 core dan memori 1866 MHz. Berikutnya, AMD menggunakan beban kerja (workload) seismic analysis sebagai bahan pengujian singkat itu. Hasilnya menunjukkan bahwa AMD bisa menyelesaikan pemrosesan dalam 18 detik, sementara Intel memakan waktu 38 detik. Bila sistem Naples menggunakan spesifikasi maksimal miliknya, yakni 64 core dan kecepatan memori 2.400 MHz, pemrosesan seismic analysis akan selesai hanya dalam waktu 15 detik. Terakhir, AMD meningkatkan kapasitas data yang diproses hingga empat kali lipat. Hasilnya, dengan spesifikasi maksimalnya, Naples bisa menyelesaikan seismic analysis itu dalam waktu 63 detik. Sedangkan sistem Intel tidak dapat memprosesnya karena kekurangan memori. “Demo ini memakai seismic analysis karena menggunakan data besar. Prakteknya tentu saja akan berbeda-beda, tapi seismic analysis bisa dipakai untuk mewakili kemungkinan situasi pemrosean yang akan terjadi,” pungkas Norrod.

Selengkapnya ...

LG Bicara tentang Investasi di Indonesia

Tanggal: 10/03/2017

Produsen elektronik LG menganggap Indonesia sebagai pasar penting, tak hanya di regional, tetapi di dunia.President of LG Electronics Indonesia Jae Young Lee dalam wawancara terbatas dengan sejumlah media Indonesia di Jeju, Korea Selatan, mengatakan, RI adalah salah satu pasar terbesar produk elektronik. Dengan fakta tersebut, vendor elektronik yang berbasis di Korea Selatan itu selalu melihat Indonesia adalah pasar nan strategis. Namun demikian, tak semua produk LG di jual di Tanah Air. Terutama produk premium. Sejumlah faktor seperti daya beli, kebutuhan dan karakter konsumen menjadi pertimbangan LG, produk mana yang dipasarkan di Indonesia dan mana yang tidak. "Kita sudah di Indonesia selama 26 tahun, dan selalu menambah investasi. Pada tahun 2013-2014, ekonomi kurang baik, tapi kita menambah investasi, itu bukti bahwa Indonesia sangat penting bagi kami," kata Lee, dalam wawancara yang berlangsung di sela-sela ajang LG Innovation Festival (LG InnoFest) Asia 2017 di International Convention Center Jeju, Selasa (7/3/2017). Indonesia, kata dia, juga menjadi basis produksi untuk sejumlah produk. Termasuk televisi berteknologi OLED dan lemari es atau kulkas. LG memiliki pabrik di Cibitung, Bekasi dan Legok, Tangerang. Pabrik itu bahkan mengekspor barang hasil rakitannya ke sejumlah negara di Amerika Utara, Amerika Selatan, Asia, Australia dan Eropa. Rinciannya, produksi LG Indonesia, sebanyak 50 persen dipasarkan di Tanah Air, 50 persen lainnya dilempar ke luar negeri. Ekspor bahkan menjangkau Korea Selatan, negara produsen LG. "Tak semua barang bisa diproduksi di Korea. Maka dari itu LG Indonesia yang memproduksi," ujar dia. Lee mengatakan, karakter konsumen Indonesia adalah menyukai barang elektronik yang praktis, dan itu selalu menjadi pertimbangan LG dalam menjual produknya. LG menargetkan bisa menjual produk premium di Indonesia. Di mana nantinya, produk premium LG dibeli karena rasa bangga.Lee juga memastikan LG akan terus berinvestasi di Indonesia dengan hitung-hitungan matematis. Investasi tersebut untuk menambah produksi dalam negeri.Yang jelas, kata dia, efisiensi penting agar LG bisa berkompetisi dengan sehat dan kuat.Produk baru LG berupa mesin cuci, kulkas dan AC akan dipasarkan di Indonesia pada medio Maret-Mei tahun ini. Indonesia belum mendapat "jatah" penjualan televisi OLED premium LG yang disebut setipis koin. Penjualan produk itu untuk saat ini baru difokuskan di pasar Amerika Serikat, Eropa dan Korea.

Selengkapnya ...

UU Telekomunikasi Sudah Usang, DPR Sepakati Usulan UU Baru

Tanggal: 09/03/2017

Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Ahmad Hanafi Rais menilai UU No. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi sudah usang dan tidak mampu mengakomodasi perkembangan teknologi telekomunikasi. Oleh karenanya, ia sepakat dengan Menkominfo untuk melakukan revisi UU tersebut. Menurutnya, selain Menkominfo, pihaknya juga sudah lama mengusulkan UU tersebut direvisi total atau bahkan diganti dengan UU baru. "Dalam kaidah UU, revisi itu diubah beberapa pasal atau ayat saja, seperti UU ITE yang hanya (direvisi) beberapa pasal saja. Kalau UU Telekomunikasi, itu (akan) banyak dirombak. Jadi, bukan revisi lagi, tapi (perlu) UU Telekomunkasi baru dan kita desak pemerintah," kata Hanafi saat ditemui usai diskusi mengenai Lelang Frekuensi di Jakarta, Kamis (8/3/2017). Perubahan UU Telekomunikasi, kata Hanafi, dilakukan melalui usulan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dengan merancang UU Telekomunikasi baru yang sesuai dengan kondisi saat ini dan yang akan datang. Misalnya, terkait dengan internet yang kini mulai bisa digunakan dalam banyak hal, tak terbatas pada pencarian informasi. Politikus PAN tersebut mengatakan, salah satu yang perlu diatur dalam UU Komunikasi adalah kebijakan konvergensi yang belum dijangkau oleh UU No. 36 Tahun 1999. "UU sekarang tidak menjangkau tentang bagaimana teknologi bisa dipakai di segala hal, komunikasi, penyiaran, atau telekomunikasi itu sendiri," tuturnya Misalnya saja, belum ada aturan mengenai layanan Over-The-Top (OTT) dari perusahaan teknologi asing yang hadir sebagai salah satu layanan di Indonesia. Gara-gara itu, pemerintah pun kesulitan saat berhadapan dengan perusahaan telekomunikasi yang punya layanan seputar OTT. "Itu karena belum diatur di UU Telekomunikasi yang saat ini. Makanya kita perlu hadirkan UU Telekomunikasi baru," tegasnya. Kendati demikian, sampai saat ini DPR belum menerima naskah rancangan perubahan UU Telekomunikasi dari Kemkominfo. "Komisi I sifatnya menunggu naskah dan rancangan perubahan UU itu ke DPR, baru setelah itu dibahas di DPR. Kalau pemerintah kesulitan, nanti inisiatifnya bisa dari DPR dengan bentuk Panja," kata Hanafi.

Selengkapnya ...

Wajib Waspada, Berita Hoax Menciptakan Mentalitas Paranoid

Tanggal: 08/03/2017

Liputan6.com, Jakarta Kehebatan media sosial dalam penyebaran informasi kini justru membuahkan efek negatif, sejak menjamurnya kehadiran berita bohong atau berita Hoax. Ditambah, masyarakat Indonesia kini telah dimanjakan dengan kemajuan teknologi, sehingga berita bohong tersebut mudah diakses dalam hitungan detik lewat akun media sosial melalui gawai pribadi. Sungguh ironis ketika setiap hari masyarakat membuka layar gawai dan dihantui dengan sederet narasi mengancam, isu membabi buta tanpa fakta akurat, dan tak kalah pesan propaganda yang menyulut emosi pembacanya. Pembuat berita Hoax bukan lagi mereka yang memiliki kekuasaan, jabatan, atau mereka yang berasal dari status tertinggi di negara ini. Mereka ialah tangan-tangan dan jemari tak bertanggung jawab yang secara tidak langsung mencekoki visi, intuisi, dan asumsi pembaca menuju lorong ketakutan, kebencian, perpecahan, dan prasangka buruk. Menelan mentah berita Hoax pada akhirnya melahirkan mental paranoid yang amat merugikan bangsa Indonesia. Meski bukan Indonesia saja yang mengalami kondisi ini, tapi negara yang dikenal berpenduduk ramah dan kaya akan budaya sudah mulai terinfeksi oleh berita Hoax. Sampai-sampai pemerintah ikut campur tangan memeranginya. Disampaikan, Kepala Staf Kepresidenan Indonesia Teten Masduki, berita hoax bukanlah bentuk demokrasi, melainkan hal yang dapat merusak demokrasi itu sendiri. Menurut Teten, untuk memerangi berita palsu tersebut, pemerintah Indonesia bekerjasama dengan seluruh perusahaan platform untuk menghentikan iklan untuk portal-portal yang menebar fitnah. Selain itu, melansir jalandamai.org, Minggu (26/2/2017) masyarakat juga harus mewaspadai dan cerdas untuk membaca, menangkap, dan menilai berita melalui proses filterisasi dan cek kebenaran konten dan sumber. "Selanjutnya masyarakat harus mempunyai pikiran terbuka untuk tidak merasa puas dengan satu konten tertentu dan melihat dari sudut pandang berbeda."

Selengkapnya ...

 < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 >  Last ›