Berita

Street View Akan Lebih Jelas

Tanggal: 09/09/2017

Layanan Steet View yang terintergrasi dengan aplikasi Google Maps memang menjadi favorit banyak pengguna karena kita bisa melihat lokasi pada peta dari sudut pandang 360 derajat. Dengan begitu, kita seolah-olah berada pada lokasi tersebut. Namun terkadang foto yang disajikan pada Street View tidak terlalu jelas. Kini ada kabar baik bahwa Google telah memperbaui modul kamera pada kendaraan Street View. Seperti yang dilaporkan TechCrunch, pembaruan modul kamera pada kendaraan street view ini mampu merekam gambar dalam resolusi tinggi (HD), yang tentunya dapat menampilkan gambar yang lebih jelas, memiliki warna yang akurat, serta detail yang lebih baik dibandingkan modul kamera sebelumnya. Proyek Street View sendiri sudah berjalan selama delapan tahun, untuk merekam jalan-jalan yang ada di seluruh dunia. Namun selama proyek tersebut berjalan, baru kali ini Google memperbarui modul kamera pada kendaraan Street View. Tak hanya itu saja, modul kamera baru tersebut juga mampu memasok data mentah agar bisa diproses menjadi algoritma image recognition atau pengenalan gambar karena Google kali ini menyematkan kecerdasan buatan. Adanya teknologi tersebut dapat membantu untuk memudahkan dalam hal memastikan atau mencocokkan data dan informasi bisnis dalam peta. Untuk kendaraan yang sudah dilengkapi dengan modul kamera baru sudah mulai diluncurkan di Amerika Serikat pada bulan Agustus 2017, dan akan mulai dikirimkan untuk negara-negara lain agar bisa memulai perekaman jalan di seluruh dunia dengan menggunakan modul kamera terbaru.

Selengkapnya ...

Amankan Slot Satelit Telkom, Kemkominfo Kirim Surat ke ITU

Tanggal: 06/09/2017

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mulai mengurus kekosongan slot orbit 108 BT usai terjadinya anomali pada satelit Telkom 1. Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI), telah mengirim surat pemberitahuan tentang terjadinya anomali tersebut kepada International Telecommunication Union (ITU) selaku badan PBB yang mengurus segala hal terkait teknologi komunikasi dan informasi. "Kemenkominfo sudah berjanji untuk membantu mengamankan slot satelit. Kemarin pak Dirjen (SDPPI) sudah kirim surat ke ITU untuk memberitahu soal kejadian ini," tutur Menkominfo Rudiantara saat ditemui di Graha Merah Putih Telkom Indonesia, Jakarta, Selasa (5/9/2017). Setelah pengiriman surat, kata Rudiantara, baru proses administrasi bisa dilanjutkan. Untuk mengurus proses administrasi ini dibutuhkan data-data dari Telkom, termasuk penyebab anomali pada satelit Telkom 1. "Setelah kirim notifikasi, ITU akan catat bahwa slot kita tidak dipakai (pihak lain)," sambungnya. Kemajuan proses administrasi sendiri tergantung pada Telkom dan pabrikan satelit Telkom 1, Lockheed Martin, yang sampai saat ini masih menginvestigasi penyebab anomali. Pihak Telkom mengaku masih menganalisis masalah tersebut. Rudiantara pun menghimbau semua pihak untuk tidak berspekulasi tentang penyebab anomali pada satelit Telkom 1. "Jangan berspekulasi tentang penyebabnya. Nanti akan ada laporan resmi Telkom bersama Lockheed Martin," ungkapnya. Sebagaimana diketahui, usai terjadinya anomali, kini satelit Telkom 1 tidak dapat dioperasikan kembali. Berdasarkan hasil analisisnya, Lockheed Martin merekomendasikan agar satelit Telkom 1 dimatikan (shut down) untuk menghindari interefensi dengan satelit lain. Karena ada kosongan secara fisik pada slot orbit 108 BT, Kemkominfo membantu proses administrasi agar slot orbit 108 BT yang ditempati Telkom 1 tidak jatuh ke pihak lain. Slot tersebut nantinya akan ditempati oleh satelit Telkom 4 yang direncanakan meluncur pada pertengahan 2018.

Selengkapnya ...

Telkom Tanggapi Kabar Satelit Telkom 1 yang Dikabarkan Hancur

Tanggal: 02/09/2017

KOMPAS.com - Satelit Telkom 1 dikabarkan hancur berkeping-keping. Kondisi itu pun ikut ditanggapi Telkom setelah berkoordinasi dengan pabrikan pembuat satelit. "Telkom bersama Locheed Martin, pabrikan satelit Telkom 1, terus berkoordinasi untuk memantau perkembangannya," kata Vice President Corprorate Communication Telkom Arif Prabowo dalam keterangan tertulis kepada KompasTekno, Kamis (31/8/2017). "Terkait pemberitaan yang menyatakan kondisi Telkom 1 dan adanya obyek di luar angkasa di sekitar posisi Telkom 1 dapat kami sampaikan bahwa kondisi saat ini (31/8), melalui Stasiun Pengendali Utama Satelit, Telkom 1 masih dapat menerima command dan mengirim sinyal telemetri satelit," kata Arif. Sebelumnya, perusahaan yang memantau objek geostationer Bumi yang berbasis di Amerika Serikat, yakni ExoAnalytic Solutions mengumumkan data yang mengindikasikan bahwa satelit Telkom 1 mulai pecah berkeping-keping. Debris (serpihan) satelit Telkom 1 tersebut tertangkap oleh salah satu dari 165 teleskop ExoAnalytic yang berada di Australia. "Terlihat banyak materi reflektif yang menyebar dari satelit itu," ujar CEO ExoAnalytic, Doug Hendrix dalam sebuah wawancara dengan ARS Technica. "Serpihan itu bisa jadi panel surya, bahan bakar, atau serpihan lain, kami belum bisa memastikan," kata Hendrix.

Selengkapnya ...

Diresmikan Mei 2017, Apa Kabar Badan Siber Nasional?

Tanggal: 30/08/2017

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) resmi ditetapkan melalui Peraturan Presiden RI Nomor 53 Tahun 2017 pada Mei lalu. Fungsinya secara garis besar untuk mengawal pelbagai isu di ranah internet Tanah Air. Bulan depan, tepatnya pada 23 September 2017, susunan organisasi BSSN ditargetkan rampung. BSSN akan mengambil dua bagian dari tubuh Kominfo, yakni Direktorat Keamanan Informasi di bawah Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kominfo dan Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII). Lebih lanjut, proses transisi seluruhnya mencakup peralihan peralatan, pembiayaan, arsip, dan dokumen, ditargetkan selesai pada 23 Mei 2018. Menteri Komunikasi dan Informatika ( Menkominfo) Rudiantara mengatakan operasional BSSN sendiri akan berjalan beriringan. "Yang kami kejar September ini organisasinya, baru peralihan arsip dan sebagainya paling lambat 23 Mei 2018. Kalau operasional akan berjalan paralel," kata dia, Senin (28/8/2017), usai rapat bersama Komisi I DPR RI, di Gedung Nusantara II Komplek DPR/MPR RI Senayan, Jakarta. Kominfo telah menyiapkan tim transisi khusus untuk pembentukan BSSN yang salah satu anggotanya adalah Dirjen Aptika Kominfo, Semuel Pangerapan. Nantinya, pegawai-pegawai di Ditjen Aptika Kominfo diberikan pilihan untuk pindah ke BSSN setelah lembaga tersebut memetakan jabatan dan kualifikasinya. Pada 10 Juli 2017, telah dibahas pula permohonan pengalihan anggaran atas aktivitas yang semula dikerjakan Direktorat Keamanan Informasi Dirjen Aptika ke BSSN pada 2018 mendatang sebesar Rp 14,7 miliar.

Selengkapnya ...

 < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 >  Last ›