Berita

3 Aplikasi Karya Anak Bangsa yang Mendunia

Tanggal: 12/07/2017

Liputan6.com, Jakarta - Sebagian besar aplikasi populer di dunia memang berasal dari luar negeri. Tapi bukan berarti pengembang Indonesia kalah populer, karena ada sejumlah aplikasi buatan dalam negeri yang juga berhasil menyedot perhatian dunia. Pantauan tim Tekno Liputan6.com, Rabu (12/7/2017), ada beberapa aplikasi buatan pengembang lokal yang jumlah unduhannya mencapai puluhan juta. Aplikasi-aplikasi tersebut juga memiliki pengguna di luar negeri. Selain itu, juga ada aplikasi Indonesia yang mendapat sorotan media ternama luar negeri seperti Reuters dan Wall Street Journal. Setidaknya beberapa faktor ini bisa menjadi pertimbangan bahwa aplikasi buatan anak bangsa tak kalah hebat dari pengembang asing. Setidaknya ada tiga aplikasi buatan anak bangsa, yang cukup terkenal di dunia. Berikut ini ulasannya. 

Ingin Tahu Pemblokir di WhatsApp, Ini Caranya

Tanggal: 11/07/2017

KOMPAS.com - Pemblokiran nomor di WhatsApp memang terjadi secara diam-diam, tanpa ada notifikasi sama sekali. Namun bukan berarti pengguna yang diblokir tidak dapat mengetahuinya. Jika diblokir, Anda tetap bisa mengirimkan pesan kepada pengguna WhatsApp lain. Hanya saja, si pengguna lain itu tidak akan menerima pesan Anda. Hal tersebut juga berlaku untuk pengiriman foto, video, dan panggilan. Ada sejumlah hal yang bisa dijadikan indikator diblokir atau tidaknya nomor WhatsApp Anda. Indikator ini memang tidak langsung terlihat setelah pemblokiran, melainkan mesti menunggu selama beberapa menit setelahnnya. Sebagaimana dirangkum KompasTekno dari The Star, Selasa (11/7/2017), total ada empat indikator yang bisa Anda pakai untuk memastikannya. Pertama, buka kontak yang diperkirakan telah memblokir Anda. Cobalah untuk mengirimkan pesan. Setelah diblokir, pesan Anda tidak akan menunjukkan tanda centang dua. Pesan yang dikirim itu hanya akan menunjukkan tanda centang satu saja. Hal ini berarti pesan Anda sebenarnya telah dikirimkan, tetapi nomor tujuan belum menerimanya. Kedua, perhatikan penanda waktu (time stamp) yang muncul di bawah nama kontak. Biasanya jika membuka kolom obrolan akan muncul tulisan “Last Online”, lengkap dengan waktu kapan terakhir si pengguna itu aktif di WhatsApp. Jika Anda diblokir, penanda waktu seperti ini tidak akan bisa Anda lihat. Sementara orang lain yang tidak diblokir akan tetap bisa melihatnya. Ketiga, cek foto profil. Pengguna yang diblokir tidak akan bisa melihat foto profil orang yang memblokirnya. Biasanya, kolom foto tersebut akan berganti dengan bingkai kosong saja. Keempat, cobalah telepon memakai WhatsApp Call. Jika nomor WhatsApp Anda memang tidak diblokir, penggilan tersebut akan masuk ke nomor WhatsApp tujuan. Namun sebaliknya, panggilan itu tidak akan diteruskan. Satu hal yang perlu dicatat, indikator tersebut belum mutlak mengindikasikan pemblokiran. Adakalanya tanda centang satu atau kehilangan foto profil terjadi karena penerima memang sedang berada di daerah yang sinyalnya kurang baik. Pesan baru masuk ketika pengguna berada di daerah dengan sinyal yang lebih baik. Tapi jika Anda sudah mengecek keempat hal tersebut selama beberapa kali dan tidak ada perubahan. Maka bisa diperkirakan Anda memang benar-benar diblokir.

Selengkapnya ...

Cegah Wisatawan Nekat, BPBD Pasang Spanduk Peringatan di Kawah SIleri

Tanggal: 10/07/2017

BANJARNEGARA, KOMPAS.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara memasang spanduk peringatan di sejumlah titik di sekeliling Kawah Sileri, Jumat (7/7/2017). Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi sejumlah wisatawan yang nekat masuk ke radius berbahaya (100 meter), terutama di akhir pekan ini. Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Banjarnegara, Arif Rahman mengatakan, pemasangan spanduk peringatan ini akan dilakukan bertahap. “Walaupun kondisi saat ini sudah lebih stabil, namun rekomendasi stasiun pengamatan tetap masih radius 100 meter dari bibir kawah,” katanya, Jumat (7/7/2017). Sementara itu, dari informasi stasiun pengamatan gunung api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Dieng, aktivitasKawah Sileri berada pada Level I (aman). Sementara suhu kawah yang terpantau sampai Jumat (7/7/2017) pukul 18.00 WIB yakni 74,5 derajat Celcius, pH menyentuh angka 6.42, dan konsentrasi gas CO2 0.17 persen Vol, H2S 3 Ppm, SO2 0.1 Ppm.“Masyarakat tidak melakukan aktivitas di Kawah Timbang karena adanya ancaman gas CO2 dan H2S yang berbahaya. Bagi wisatawanyang mengunjungi kawasan wisata kawah disarankan tidak terlalu mendekat,” kata Kepala Stasiun Pengamatan Gunung Api Dieng, Surip. 

Selengkapnya ...

Hasil Uji Coba Pesawat Penyebar Internet Milik Facebook

Tanggal: 07/07/2017

KOMPAS.com - Uji kedua dari pesawat nirawak untuk memancarkan akses internet ke bagian-bagian terpencil dari planet ini berhasil dilaksanakan oleh Facebook. Facebook Inc. menyatakan bahwa pihaknya telah menyelesaikan uji kedua dari pesawat nirawak yang dirancang untuk suatu hari memancarkan akses internet ke bagian-bagian terpencil dari planet ini, dan berbeda dengan uji pertama, saat ini drone tersebut berhasil mendarat dengan baik.

Selengkapnya ...

 < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 >  Last ›