STMIK Widya Pratama Activities

Acara terkini

Berita terkini

8 Buoy-Kabel Optik Tsunami Baru Dilepas di Indonesia Timur

Tanggal: 23/01/2020

Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) akan memasang empat cable based tsunameter (CBT), alat pendeteksi tsunami berbasis kabel optik, di perairan Indonesia bagian timur, tepatnya di sekitar Sulawesi hingga Halmahera. Tak hanya itu, BPPT juga akan memasang delapan buoy di sejumlah perairan Indonesia untuk memperkuat sistem deteksi dan peringatan dini tsunami. "Tahun 2020 kami akan menambah lagi posisinya lebih ke arah Indonesia timur, jadi kami akan memasang 8 buoy, kemudian empat lagi CBT di pulau-pulau di sekitar Halmahera, Sulawesi dan lainnya," kata Deputi Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Yudi Anantasena, seperti dilaporkan Antara, Selasa (14/1). Pemasangan Ina-CBT dan buoy yang baru bertujuan untuk memperkuat sistem peringatan dini tsunami. Pada 2019, BPPT telah memasang empat buoy di selatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali, selatan Malang, Jawa Timur, selatan Cilacap, dan Selat Sunda. "BMKG harus memberikan peringatan potensi terjadi tsunami nanti diverifikasi oleh buoy dan CBT, apakah benar terjadi tsunami atau tidak sehingga BMKG bisa lebih cepat untuk mengonfirmasi ada atau tidaknya," tuturnya. Ina-CBT dengan kabel fiber optik sepanjang 3,5 km dipasang di Pulau Sertung di sekitar Gunung Anak Krakatau sebagai bentuk mitigasi dan reduksi risiko bencana, agar dapat mengurangi korban jiwa dan kerusakan harta benda apabila terjadi letusan Gunung Anak Krakatau yang memicu adanya tsunami. Selain itu, ada Ina-CBT dengan kabel optik sepanjang 7,5 kilometer di Pulau Sipora di Perairan Mentawai. Ia menjelaskan CBT yang akan dipasang di sekitar Halmahera dengan panjang kabel 25 kilometer "CBT untuk menghubungkan pulau-pulau kecil, di situ akan kami pasang beberapa sensor. Dan kami punya dua hub di daratan sehingga punya kontrol yang lebih bagus," ujarnya. Untuk pemasangan CBT baru itu, kata dia, tentu akan dilakukan tender untuk ditawarkan kepada pihak swasta dalam rangka melakukan pemasangan kabel bawah laut. Selain itu, Yudi menuturkan BPPT ke depan akan mengembangkan CBT dengan sensor yang lebih canggih yang dapat mendeteksi sejumlah fenomena laut, seperti suhu di bawah permukaan laut, tekanan dan seismik. Sementara CBT buatan BPPT yang terpasang saat ini baru bisa mengukur perbedaan tekanan air hingga sangat kecil di bawah permukaan laut guna mendeteksi potensi tsunami yang muncul, dan gempa.

Selengkapnya ...

5 Aplikasi untuk Cek Cuaca Ekstrem

Tanggal: 23/01/2020

Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut cuaca ekstrem masih akan terjadi hingga Maret 2020. Cuaca ekstrem yang menyebabkan hujan deras dengan intensitas tinggi bakal terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia. Akibat cuaca ekstrem itu, wilayah Jabodetabek diguyur hujan deras sejak Selasa (31/12) sore hingga Rabu (1/1) siang. Bahkan sebagian wilayah Jabodetabek yang berada dekat aliran sungai terendam. Guna memastikan prakiraan cuaca itu, berikut daftar aplikasi yang bisa Anda unduh di Google Play Store untuk menghimpun informasi terkait cuaca:

Selengkapnya ...

LIPI Ungkap Alasan Jakarta Sering Terkena Bencana Banjir

Tanggal: 09/01/2020

Jakarta, CNN Indonesia -- Bencana banjir seolah tak bisa dilepaskan dari ibu kota Jakarta. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) membeberkan alasan-alasan fundamental yang membuat Jakarta terus terkena bencana banjir. Peneliti Hidrologi Puslit Limnologi LIPI, M. Fakhruddin menjelaskan alasan pertama adalah Jakarta berada di dataran rendah. Tak hanya itu, perubahan iklim global juga mengakibatkan tingginya curah hujan. Saat ini Jakarta mencatat angka curah hujan 377 mm per hari, meningkat dari angka terbesar dengan angka 340 mm pada 2007 lalu. Tak hanya itu, Jakarta terus mengalami penurunan tanah akibat pembangunan gedung besar yang diiringi dengan pengambilan air tanah yang berlebihan. "Pertama tentang jakarta itu daerah rendah. Terus kedua Jakarta itu ada penurunan tanah, karena air tanah itu diambil sehingga ada tekanan dari atas turun-turun terus," kata Fakhrudin saat jumpa pers di Gedung LIPI, Jakarta, Selasa (7/1). Dalam kesempatan yang sama, Peneliti Pusat Penelitian Kebijakan dan Manajemen Iptek dan Inovasi LIPI, Galuh Syahbana setuju dengan Fakhrudin terkait letak geografis Jakarta yang mendukung bencana banjir. Galuh juga mencatatat Jakarta mengalami penurunan permukaan tanah kurang lebih 7,5 cm per tahun sejak tahun 1975. "Lahan yang di bawah permukaan laut, sekitar 30 persen sampai 50 persen artinya dari situ banjir dari sisi air laut," kata Galuh. Galuh juga mengatakan Jakarta sebagai kota pelabuhan berpotensi turut tenggelam akibat perubahan iklim. Perubahan iklim menyebabkan es di kutub meleleh sehingga permukaan laut naik. Artinya permukaan tanah Jakarta mengalami penurunan, sedangkan permukaan laut mengalami kenaikan. "Dari sisi kota-kota pantai di dunia itu kalau kita bicara perubahan iklim itu kan banyak es di kutub yang meleleh," ujar Galuh. Lebih lanjut, Galuh menjelaskan Jakarta sebagai kota metropolitan memiliki masalah klasik terkait urbanisasi. Pembangunan yang tak terkontrol tanpa memerhatikan aspek lingkungan juga turut membuat Jakarta menjadi daerah rawan banjir. "Semakin urbanisasi semakin dia lupa untuk memperhatikan aspek lingkungan hidup. Artinya yang tadi betonisasi, aspalisasi, membuat air semakin lama menghilang di permukaan dan itu membuat rawan banjir," kata Galuh. 

Selengkapnya ...

4 Situs Wajib Cek Agar Tak Pilih Rumah Rawan

Tanggal: 09/01/2020

Jakarta, CNN Indonesia -- Beberapa wilayah di Jabodetabek tergenang air akibat hujan lebat pada malam pergantian tahun. Banjir seolah sudah menjadi tamu tahunan yang rutin mengunjungi warga Jakarta. Beberapa kawasan perumahan seperti Ciledug, Kemang, hingga Kelapa Gading juga turut terendam banjir. Bencana banjir tentu patut dihindari bagi masyarakat yang sedang mencari rumah. Dari sisi teknologi, sesungguhnya menawarkan alternatif lewat penerapan Big Data. Beberapa situs juga memberikan peta-peta rawan bencana banjir yang bisa diakses oleh masyarakat. Berikut beberapa situs yang bisa digunakan masyarakat sebagai bahan pertimbangan sebelum membeli rumah: 

Selengkapnya ...

Yang lain ...