STMIK Widya Pratama Activities

STMIK Widya Pratama Gelar Event Wisuda Sarjana dan Ahli Madya, Pada Rabu 24 November 2021

Tanggal: 26/11/2021

STMIK WidyaPratama Gelar Event Wisuda Sarjana dan Ahli Madya, Pada Rabu 24 November 2021

-

Sidang terbukaSenat STMIK Widya Pratama dengan acara Wisuda Sarjana dan Ahli Madya SemesterGenap Tahun 2021, berlangsung di Gedung C STMIK Widya Pratama Pekalongan. Padaevent kali ini penerapan protokol kesehatan sangat diperhatikan sepertipenggunaan masker dan jaga jarak. Selain itu juga diterapkan penggunaan aplikasi peduli lindungi untuk memastikanwisudawan yang mengikuti acara telah divaksinasi.  Acara dimulai dengan Pembukaan oleh KetuaSenat yakni Bpk Dicke JSH Siregar, M. Kom, dilanjutkan pembacaan SK tentangkelulusan Sarjana Teknik Informatika, Sarjana Sistem Informasi, Ahli MadyaManajemen Informatika dan Komputerisasi Akuntansi Semester Genap Tahun Akademik2020/2021 oleh Bpk Taryadi, M.Cs.

-

Untuk Mahasiswayang menyandang title cumlaude dari Progdi Teknik Informatika sejumlah 7 orang,Progdi Manajemen Informatika sejumlah 8 orang, dan Progdi KomputerisasiAkuntansi sejumlah 18 orang dilanjutkan dengan pemberian Ijazah kepada masing –masing Mahasiswa. Dengan jumah total 141 Mahasiswa.

-

Adapun pemberianpenghargaan  kepada 4 wisudawan dengankarya terbaik diantaranya dari Progdi Sistem Informasi Muhammad Nasyaruddin denganjudul “Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Toko Untuk Pemasaran Produk DenganMetode Naïve Bayes”. Progdi Teknik Informatika Dedy Septianto dengan judul“Augmented Reality Untuk Media Promosi Rumah Pada Perumahan Mutiara Batang”.  Progdi Manajemen Informatika Diani OktarinaPrihaesti dengan judul “Sistem Informasi Pelayanan Administrasi Desa BerbasisWeb Pada Kantor Desa Sangkanjoyo Kecamatan Kajen. Progdi KomputerisasiAkuntansi Riski Novita Frediana dengan judul “Komputerisasi Sistem AkuntansiPembelian Pada TB Cokro Wiradesa”.

-

Sedangkanpemberian penghargaan kepada 4 wisudawan dengan prestasi terbaik jatuh kepada MuhammadNasyarudin dengan IPK 3,93 predikat pujian dari Program Studi Sistem Informasi,Zuhdi Khariri dengan IPK 3,90 predikat cumlaude dari Program Studi TeknikInformatika, Atikah Sekar Muriasih dengan IPK 3,96 predikat cumlaude dariProgram Studi Manajemen Informatika, dan Yosita Liyanti dengan IPK 4,00predikat cumlaude dari Program Studi Komputerisasi Akuntansi.

-

Acara diakhiridengan pemberian beasiswa secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa penerimabeasiswa yayasan dan  mahasiswa penerimabeasiswa bidik misi KIPK. Dimana terdapat 10 mahasiswa yang menerima beasiswayayasan dan 141 mahasiswa yang menerima beasiswa KIPK dengan total penerimabeasiswa sejumlah 151 mahasiswa  padaTahun Akademik 2020/2021

 

Penulis : hasan

Editor : hasan

#PekalonganInfo

#stmikwp

#wpitv

#wisuda

 

 

 

 

 

 

Mahasiswa STMIK Widya Pratama ikuti kegiatan PMM-DN di Luar Jawa

Tanggal: 20/11/2021

Mahasiswa STMIK Widya Pratama ikuti kegiatan PMM-DN di LuarJawa

-

Kegiatan Pertukaran Mahasiswa Merdeka – Dalam Negeri(PMM-DN) 2021 yang telah dilaksanakan sejak bulan Agustus mulai dilangsungkansecara luring. Salah satunya adalah mahasiswa STMIK Widya Pratama dari ProgramStudi Sistem Informasi Yoga Zulfana Achmad. Dirinya terdaftar sebagai mahasiswaoutbound di Institut Teknologi Kalimantan (ITK).

-

Sebelum dilakukan pemberangkatan menuju ITK dirinya diberipembekalan pada Kamis 18 November 2021 oleh Ketua STMIK Widya Pratama BpkSattriedi Wahyu Binabar, M. Kom, Wakil Ketua Bid. Akademik Bpk Taryadi, M. Cs,Kaprogdi Sistem Informasi Ibu Prastusi Sulistyorini, S.T., M. Kom dan PICPMM-DN STMIK WP Ibu Nur Fahdilah , M. Hum.

-

Bpk Sattriedi Wahyu Binabar, M. Kom berharap dengan adanyakegiatan PMM-DN yang dilaksanakan secara luring, mahasiswa STMIK WP dapatmerasakan secara langsung pengalaman pembelajaran dan mendapatkan ilmu baru dikampus yang dituju. Sehingga nantinya dapat diimplementasikan pada pembelajarandi Kampus STMIK WP

Yang lain ...

Acara terkini

Berita terkini

Tren WFH Selama Pandemi Bikin Ancaman Keamanan Siber Meningkat Artikel ini telah tayang di Kompas.c

Tanggal: 26/02/2021

KOMPAS.com - Tepat setelah Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan pandemi covid-19, banyak negara di seluruh dunia meminta seluruh warganya untuk beraktivitas dari rumah. Hal itu membuat banyak perusahaan dipaksa menerapkan sistem bekerja dari rumah atau work from home ( WFH) secara mendadak, termasuk di Indonesia. Menurut laporan Cisco, 52 persen perusahaan di Indonesia memberlakukan WFH selama pandemi. Namun, sistem WFH memunculkan masalah baru dari sisi keamanan siber. Cisco mencatat 78 persen perusahaan yang menjadi respondennya melaporkan adanya peningkatan ancaman keamanan siber lebih dari 25 persen sejak awal pandemi, atau sekitar bulan Maret 2020. Bahkan, lima persen perusahaan tidak menyadari ada peningkatan ancaman keamanan siber. "Ini berisiko, khususnya bagi operasional perusahaan," jelas Marina Kacaribu, Managing Director Cisco System Indonesia, Kamis (25/2/2021).

Selengkapnya ...

Jurusan Kuliah dan Skill yang Dibutuhkan 10 Tahun ke Depan

Tanggal: 25/02/2021

Jakarta, CNN Indonesia -- Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SNMPTN resmi dibuka pada 15 Februari hingga 24 Februari 2021. Terdapat sejumlah jurusan dan skill dengan masa depan yang cerah hingga 10 tahun ke depan. Jurusan dan skill ini diprediksi bakal sangat dibutuhkan hingga 10 tahun mendatang. Ilmu dan kemampuan ini bisa dipelajari di perguruan tinggi. Berikut jurusan dan skill yang dibutuhkan 10 tahun mendatang.

Selengkapnya ...

Kecerdasan Buatan, Ilmuwan Ciptakan Alat Deteksi Covid-19 dari Suara Batuk Artikel ini telah tayang

Tanggal: 24/02/2021

KOMPAS.com - Tiga orang pakar Informatika dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) di AS mengembangkan kecerdasan buatan alias artificial intelligence ( AI), yaitu analisa suara untuk mengenali infeksi virus corona tanpa gejala. Jordi Lugarta, Ferran Hueto dan Brian Subriana, demikian nama tiga orang pakar itu, memanfaatkan biomarker akustik untuk melacak Covid-19. Biomarker, berupa ciri khas karakter akustik tertentu, ditemukan para peneliti dalam riset sebelumnya pada pasien Alzheimer. Ketiga pakar informatika MIT itu antara bulan April hingga Mei 2020 mengambil suara dari 5,320 responden. Baca juga: Rusaknya Paru-paru Korban Virus Corona Jelaskan Misteri Long Covid Selain merekam suara batuk, mereka juga merekam suara percakapan biasa. Suara dari 4.256 responden kemudian dianalisis komputer menggunakan jejaring neuron artifisial- CNN. Data akustik dari 1.064 responden lainnya, dianalisis menggunakan kecerdasan buatan yang sebelumnya sudah terbukti mampu melacak kasus Alzheimer. Akurasi tinggi tapi masih ada margin kesalahan Hasilnya sangat menjanjikan. “Modelnya mencapai sensitivitas 98,4 persen pada responden yang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 dalam tes resmi“, demikian tulis para peneliti yang dirilis dalam IEEE Open Journal of Engineering in Medicine and Biology. Disebutkan, ketepatan diagnosa dalam kelompok responden mencapai 94,2 persen. Artinya, setiap responden ke-20 mendapat hasil positif yang keliru.

Selengkapnya ...

Hampir Setahun Belajar dari Rumah, Bagaimana Kabar Kesehatan Mental Peserta Didik?

Tanggal: 24/02/2021

Jakarta -  Pandemi COVID-19 hampir telah selama satu tahun lamanya. Virus corona yang menjadi pembicaraan menular dengan mudah dan mengubah segala kebiasaan manusia, termasuk belajar tatap muka di sekolah. Di Indonesia sendiri, kebijakan belajar dari rumah dikeluarkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim pada Maret 2020. Hal ini merujuk pada Surat Edaran Mendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan COVID-19 pada Satuan Pendidikan. Adapun, pembelajaran dari rumah dilakukan secara daring atau online. Para guru dan peserta didik harus tetap berada di rumah serta melakukan kegiatan belajar mengajar via aplikasi online. Rutinitas untuk tetap di dalam rumah saja tentu membuat perasaan bosan bagi banyak orang. Namun, bagi para peserta didik yang harus menyerap informasi pembelajaran bagaimana? Apakah efektif? Menurut Psikolog Anak, Remaja dan Keluarga, Rosdiana Setyaningrum pada dasarnya dampak belajar dari rumah pada kesehatan mental peserta didik adalah baik-baik saja. Sebab, proses belajar anak lebih dipengaruhi oleh cara mengajar sang guru. "Jadi sudah dibuat penelitiannya ya, peserta ada 15 ribu orang seluruh Indonesia. Sebetulnya hasil psikologi anak baik-baik saja. Jadi mau belajar online, offline sama saja. Tergantung gurunya, kalau gurunya menyenangkan ya menyenangkan," ungkap dia saat berbincang dengan detikcom, Selasa (16/2/2021).

Selengkapnya ...

Yang lain ...