STMIK Widya Pratama Activities

Acara terkini

Berita terkini

Lima Kemampuan Andalan di Chip Snapdragon 845

Tanggal: 09/12/2017

MAUI, KOMPAS.com - Qualcomm telah meresmikan kehadiran chipset mobile terbarunya, Snapdragon 845 yang akan digunakan oleh model-model smartphone kelas atas pada 2018 mendatang. Chip anyar ini banyak dibekali fitur baru, mulai dari CPU dan GPU yang lebih mumpuni, hingga dukungan Gigabit LTE dan pemrosesan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Dalam acara Snapdragon Summit 2017 di Maui, Hawaii, Amerika Serikat, Rabu (6/12/2017), Qualcomm mengelompokkan fitur-fitur baru tersebut ke dalam lima pilar utama yang menjadi andalan Snapdragon 845.

Selengkapnya ...

YouTube Rekrut 10.000 Orang Ajari Komputer Saring Video

Tanggal: 08/12/2017

KOMPAS.com - Dalam postingan di blog resmi YouTube, Susan Wojcicki selaku CEO mengatakan bahwa YouTube berencana merekrut 10.000 orang sebagai moderator video. Moderator ini akan menjadi 'polisi' untuk mengawasi setiap pelanggaran dalam video-video yang diunggah di YouTube.Tidak hanya mengawasi, moderator-moderator tadi juga akan mengajari komputer bagaimana cara menangani video yang dianggap bermasalah. Ini merupakan langkah serius yang diambil YouTube untuk memberantas konten video dan komentar negatif, termasuk soal eksploitasi anak, pedofilia, ekstremisme dan konten negatif lain. "Saya melihat akan ada masalah yang bisa ditimbulkan dari keterbukaan yang diterapkan YouTube, orang-orang bisa menggunakan keterbukaan itu untuk tujuan mengeksploitasi, menyesatkan, memanipulasi, melecehkan bahkan merugikan orang lain," tulis Wojcicki dalam postingan tersebut. Menurut laporan New York Times yang dirangkum KompasTekno, Kamis (7/12/2017), lebih dari 400 jam video diunggah ke YouTube setiap menit dan mereka mengaku kewalahan memonitor konten platform-nya sendiri. Mekanisme menggunakan tenaga manusia untuk melatih komputer, umum digunakan sebagai pedoman platform-platform besar (megaplatform playbook) seperti Facebook yang juga pernah melakukan hal serupa. YouTube sendiri mengklaim telah menghapus 150.000 video berkedok kartun anak dan 625 komentar negatif yang merujuk ke arah pelecehan anak. Melimpahkan pekerjaan manusia ke komputer merupakan premis di bisnis megaplatform. Memanfaatkan perangkat lunak (software) alih-alih tenaga manusia, butuh biaya yang lebih kecil. Software self-teaching, secara otodidak bisa menangani pekerjaan yang kompleks dari hari ke hari dan menit ke menit, seperti mencegat konten negatif yang tiada henti. Demi meraih keuntungan yang tinggi, keputusan yang diambil YouTube ini cukup masuk akal. Sebab, membayar puluhan ribu orang yang mengandalkan kemampuan otak bakal butuh biaya yang lebih besar lagi. Hampir di semua kasus, YouTube merekrut pegawai kontrak melalui perusahaan pihak ketiga (outsourcing). Nampaknya skenario ini yang juga bakal dipakai YouTube untuk memantau video negatif seperti pembunuhan, bunuh diri, ekstremisme, pelecehan seksual atau video berkedok kartun anak. Sampai saat ini, YouTube masih mengandalkan laporan penonton untuk mengurangi video-video berkonten negatif. Sebelumnya, YouTube juga telah menghapus video anak di bawah umur yang tampil tanpa busana, karena komentar-komentar yang muncul bernuansa pedofilia. Tidak hanya video dan komentar, tapi juga iklan dari merek-merek besar yang muncul di video tersebut sehinga berimbas ke pendapatan YouTube.

Selengkapnya ...

Asyik, Sekarang Kamu Bisa Simpan Instagram Stories

Tanggal: 07/12/2017

Liputan6.com, Jakarta - Instagram Stories kembali kedatangan fitur baru. Kali ini, aplikasi berbagi video dan foto itu memungkinkan kamu menyimpan Stories yang sudah diunggahnya. Dikutip dari The Verge, Kamis (7/12/2017), nantinya Stories yang sudah diunggah akan disimpan secara otomatis di folder archive. Fitur ini sudah dirilis untuk seluruh pengguna Instagram di Android dan iOS di seluruh dunia. Arsip dari Instagram Stories akan disusun secara terbalik. Jadi, Stories terbaru akan berada di bagian paling atas. Nantinya, Stories akan dilengkapi informasi tanggal sehingga memudahkan pengguna mengaksesnya. Seluruh Stories yang tersimpan hanya dapat dilihat oleh pemilik akun. Sementara pengguna yang tak ingin menyimpan unggahannya, dapat mematikan fitur auto-archiving dari pengaturan profil. Selain menyimpan unggahan di Stories, Instagram turut memperkenalkan fitur anyar bernama Highlight. Sama seperti archive, fitur baru ini merupakan pembaruan untuk layanan Stories. Melalui fitur ini, kamu bisa menambahkan Stories yang diunggahnya pada laman profil. Instagram menuturkan, kehadiran Highlight merupakan perubahan terbesar yang dilakukan pada laman profil. "Dalam banyak hal, seseorang ingin mengetahui dirimu melalui Instagram dan profilmu. Ini merupakan ruang penting, tapi menjadi salah satu yang tak berubah banyak," tutur Product Lead Instagram Robby Stein. Pengguna dapat membuat Highlights sebanyak-banyaknya di laman profil. Sama seperti informasi di profil, Highlights akan terus muncul kecuali pengguna melakukan menghapusnya. Pengguna Instagram Stories Terus Meningkat Sekadar informasi, Instagram Stories kini memang tengah berada di puncak ketenaran. Hal itu dapat dilihat dari pertumbuhan pengguna yang terus meningkat tajam. Setelah sebelumnya pada Juli 2017 Instagram Stories mengantongi 250 juta pengguna aktif harian, pada pekan ini jumlah penggunanya kembali meningkat hingga 300 juta. Pencapaian ini diumumkan langsung oleh CEO dan pendiri Facebook Mark Zuckerberg. Dalam pengumumannya, Zuck--begitu akrab disapa--mengungkap pertumbuhan pengguna Instagram Stories bahkan menyalip jumlah pengguna aktif Snapchat yang kini hanya berkisar di 173 juta. "Meningkatnya jumlah pengguna membuktikan bahwa interaksi dengan teman dan keluarga lewat Stories kini lebih berarti, ini tandanya baik," ujar Zuck. Jumlah pengguna harian Instagram Stories terus mengalami peningkatan sejak meluncur pada Agustus 2016. Fitur ini pada Januari 2017 memiliki 150 juta pengguna aktif harian, hingga akhirnya dalam waktu enam bulan berhasil menembus angka 250 juta. Kondisi ini membuat Stories tak hanya menarik bagi pengguna biasa, tapi juga para pebisnis dan pengiklan. Menurut Kepala Penjualan Global Facebook, Carolyn Everson, sebenarnya sepertiga Stories yang paling banyak dilihat berasal dari pelaku bisnis dan pengiklan.

Selengkapnya ...

iPhone Layar Lipat Dirilis Tahun 2021?

Tanggal: 05/12/2017

KOMPAS.com - Mengikuti tren baru yang mulai mengemuka di kalangan pabrikan gadget, Apple tampaknya bakal turut meramaikan pasar ponsel layar lipat di masa depan. Belakangan, pabrikan gadget berlambang buah apel tergigit itu dikabarkan telah mengajukan paten ponsel layar lipatnya ke Kantor Paten dan Merk Dagang Amerika Serikat (USPTO).?? Berdasarkan informasi yang beredar, ponsel lipat dalam Apple memiliki sebuah layar yang dapat dibuka dan ditutup layaknya sebuah buku. Dalam paten tersebut, Apple menyebutkan kemungkinan penggunaan layar micro-LED  sebagai pengganti display LCD dan OLED. ?"Perangkat elektronik bisa memiliki bagian fleksibel yang dapat dilipat. Perangkat mungkin memiliki layar yang fleksibel," tulis Apple dalam keterangan patennya seperti dikutip Kompas Tekno dari Indian Express, Minggu (3/12/2017)??. Kabar mengenai masuknya Apple di jagat ponsel lipat sebetulnya sudah terendus sejak bulan Oktober lalu. Sebuah artikel di media Korea, The Bell, menyebutkan Apple berencana menjalin kerjasama dengan LG untuk memproduksi layar yang dapat dilipat.?? Kerjasama antara LG dan Apple kabarnya bakal selesai tahun 2020. Karena itu, iPhone layar lipat diperkirakan beredar di pasaran sekitar tahun 2021. Sebelum mengajukan paten, saingan Apple asal Korea Selatan, Samsung, telah lebih dulu mematenkan ponsel berteknologi layar lipat. Kabarnya, ponsel tersebut bakal meramaikan jagat smartphone pada tahun 2018 mendatang dengan brand Galaxy X. Selain Samsung, beberapa vendor ponsel lain seperti LG dan Oppo dikabarkan bakal ikut terjun membuat ponsel layar tekuk. LG sudah mengajukan paten untuk perangkat serupa tahun 2015, sedangkan Oppo diketahui mengajukan paten November ini dengan mengusung ponsel lipat yang dilengkapi kamera putar. Selain LG dan Oppo, Microsoft juga diam-diam mengembangkan perangkat 2-in-1 berteknologi layar lipat. Dengan ini, Microsoft bakal menghadirkan perangkat yang dapat difungsikan sebagai ponsel sekaligus tablet.

Selengkapnya ...

Yang lain ...