STMIK Widya Pratama Activities

Acara terkini

Berita terkini

Berkeliling YouTube Pop-Up Space 3 di Jakarta

Tanggal: 20/09/2017

JAKARTA, KOMPAS.com - Seperti yang sudah-sudah, YouTube Pop-Up Space Jakarta selalu memfasilitasi para YouTuber lokal untuk berkolaborasi, berinteraksi, dan bertukar ilmu. Ruang kreatif kontemporer tersebut menyediakan studio, alat berupa kamera dan lightning, hingga ruang pengeditan yang mumpuni dan gratis. Hari ini, Senin (18/9/2017), YouTube kembali membuka YouTube Pop-Up Space untuk ketiga kalinya. Bertempat di Art1: New Museum, YouTube Pop-Up Space menargetkan 1.000 YouTuber lokal untuk berkumpul. Selain berkarya dengan fasilitas yang disediakan, ada pula rangkaian workshop dengan tema relevan. Salah satunya, para YouTuber dengan subscriber setidaknya 1.000 bisa berguru dengan para ahli tentang seluk beluk industri YouTube, utamanya dari segi bisnis. YouTube Pop-Up Space buka selama sepekan hingga Minggu (24/9/2017) mendatang. Para YouTuber bisa memesan ruang-ruang studio yang disediakan, paling lama hingga 8 jam. Ruang kreatif ini dibuka hingga pukul 21.00 WIB setiap harinya. Beberapa YouTuber yang dijadwalkan bakal berkolaborasi adalah Fathia Izzati, Eka Gustiwana, dan Tim2One - Chandra Liow. â€œAku lagi bikin video semacam sketsa musik gitu, tunggu di YouTube ya,” kata Fathia Izzati di sela-sela shooting konten video di YouTube Pop-Up Space.

Selengkapnya ...

Siapa Amalia Hernandez yang Jadi Google Doodle Hari ini?

Tanggal: 19/09/2017

KOMPAS.com - Halaman utama Google hari ini, Selasa (19/9/2017), dihiasi ilustrasi penari dengan pakaian berwarna warni yang dipersembahkan untuk wanita bernama Amalia Hernandez. Siapakah dia? Amalia Hernandez adalah seorang koreografer balet asal Meksiko yang terkenal sebagai pencipta kelompok penari Ballet Folklorico de Mexico. Tarian yang dibawakannya merupakan ensembel yang khas dan dianggap mewakili nilai-nilai tradisi Meksiko. Kelompok Ballet Folklorico de Mexico sendiri diciptakan oleh Amalia Hernandez pada 1952. Awalnya kelompok ini hanya beranggotakan delapan orang penari. Lalu seiring perjalanannya, tumbuh jadi beranggotakan lebih dari 300 penari. Kelompok penari tersebut pertama kali menampilkan tariannya di televisi pada 1954. Setelahnya, mereka rutin tampil dalam siaran mingguan. Penampilan itu membuat kelompok penari yang didirikan Amalia Hernandez semakin populer hingga ke mancanegara. Mereka kemudian melakukan tur pertunjukkan hingga ke Amerika Utara dan bahkan mewakili Meksiko dalam Pan American Games di tahun 1959. Ballet Folklorico de Mexico masih aktif hingga sekarang. Sejak tahun pendiriannya, kelompok ini telah menari di hadapan lebih dari 22 juta orang. Amalia Hernandez sendiri terus terlibat dalam pengelolaan kelompok tersebut, hingga meninggal pada tahun 2000. Google mengubah logonya menjadi ilustrasi kumpulan penari Ballet Folklorico de Mexico sebagai persembahan ulang tahun ke-100 wanita itu.

Selengkapnya ...

Facebook Uji Coba Fitur Nonton Video Tanpa Kuota Data

Tanggal: 13/09/2017

KOMPAS.com - Setelah merilis fitur Instant Articles yang memungkinkan loading berita semakin cepat dan ringan, Facebook kini menguji coba fitur serupa untuk video yang bertajuk “ Instant Videos”. Konsep dan mekanismenya sama, hanya saja platform Instant Videos lebih hemat data ketika memutar konten video. Intant Videos memungkinkan smartphone mengunduh video-video di linimasa Facebook ketika pengguna terhubung ke Wi-Fi. Ketika membuka aplikasi Facebook, pengguna bisa langsung menonton video tanpa buffering dan tanpa memakan kuota data. Adapun video yang telah terunduh dengan Wi-Fi akan ditandai dengan ikon berbentuk petir. Pengguna bisa memutar video itu tanpa khawatir dengan sisa kuota data yang dimiliki. Selain untuk konten video di linimasa, Instant Videos juga dipersiapkan menyambut tab “Watch” teranyar dari Facebook. Pada tab tersebut, Facebook menghadirkan tayangan-tayangan video orisinil serupa Netflix. Keberadaan Instant Videos bisa dimanfaatkan untuk mengunduh konten pada Watch ketika terhubung Wi-Fi. Alhasil, pengguna lebih nyaman menonton konten Watch di mana pun dan kapan pun, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Selasa (12/9/2017) dari TechCrunch. Juru bicara Facebook mengatakan, saat ini Instant Videos baru disediakan untuk pengguna Android dalam jumlah sangat terbatas. Tujuan fitur ini jelas untuk menghapus hambatan pengguna dalam menonton video, sebab konten video sedang naik daun. Studi eMarketer menunjukkan keterikatan pengguna Instagram meningkat 53 persen untuk konten-konten video. Facebook menyadari hal ini, sehingga mendorong distribusi video yang lebih kaya, baik dari platformnya sendiri maupun pengguna. Pengguna Facebook kini tak ubahnya content creator di YouTube yang bisa meraup duit dari iklan. Facebook membagi 55 persen pendapatan iklan yang disisipkan ke video-video para content creator. Untuk Instant Videos sendiri, belum jelas kapan tersedia secara umum untuk semua khalayak. Kita tunggu saja.

Selengkapnya ...

Cerita di Balik Jalan Zuckerberg di Kampung Cyber Yogyakarta

Tanggal: 11/09/2017

KOMPAS.com - Nama sebuah jalan tampak mencolok di Kampoeng Cyber, Kelurahan Patehan, Kecamatan Kraton, Yogyakarta. Di plang penanda terrtera tulisan "Zuckerberg", mengacu pada pendiri Facebook, Mark Zuckerberg. Pria asal Negeri Paman Sam ini memang perrnah berkunjung ke Kampoeng Cyber -sebelumnya dikenal sebagai Kampung Tamanan- pada bulan Oktober 2014 lalu. Peristiwa kunjungan Zuckerberg kini diabadikan sebagai nama jalan yang dilaluinya ketika itu. "Dulu, Mark jalan di sepanjang jalan itu. Dia ngobrol di dekat pos ronda," ujar Antonius Sasongko, penggagas Kampoeng Cyber, mengingat kejadian tersebut, ketika dihubungi KompasTekno, Minggu (10/9/2017). "Mark datang begitu saja, spontan," lanjut pria yang sering disapa Koko ini. Zuckerberg datang mendadak tanpa pemberitahuan sebelumnya. Rupanya dia mendengar kabar soal Kampoeng Cyber yang warganya giat memanfaatkan internet untuk membantu kegiatan sehari-hari, lalu merasa penasaran. Sebuah kunjungan ke Kampoeng Cyber pun disiapkan di sela-sela kegiatan Zuckerberg di Indonesia pada 2014 lalu. Saking tiba-tibanya kunjungan Zuckerberg, beberapa warga sempat mengira dia sebagai salah satu turis bule yang memang sering wira-wiri di sana. Setelah ngobrol barang satu jam dengan warga soal penggunaan internet di Kampoeng Cyber, Zuckerberg pun melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Belakangan, bersama dengan perayaan 17 Agustus tahun ini, warga berinisiatif menamai jalan yang dilalui sang pendiri Facebook sebagai "Zuckerberg Street". Tokoh lain yang ikut diabadikan sebagai nama jalan adalah Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara yang beberapa kali berkunjung ke Kampoeng Cyber. Terakhir, dia mampir pada Sabtu (9/9/2017) kemarin. "Kalau Pak Rudi sudah tiga kali ke sini. Beliau selalu lewat jalan yang sama. Di sana ada rumah warga yang pekarangannya cukup luas. Pak Rudi senang duduk di situ," jelas Koko. Maka, jalan yang dilalui Rudiantara itu pun diberi sebutan sesuai dengan nama sang menteri. Melek internet Semenjak kehadiran Zuckerberg, nama Kampoeng Cyber semakin melejit. Turis dari berbagai negara sering berkunjung ke tempat ini untuk mencari tahu dan melihat aktivitas warga. Para warga Kampoeng Cyber adalah mereka yang "melek internet", dalam artian giat memanfaatkan internet untuk membantu kehidupan sehari-hari. Kebetulan, salah satu sarana onlne yang sering dipakai adalah Facebook, misalnya untuk berdiskusi membahas kondisi kampung serta mengabarkan berita seperti undangan rapat, pernikahan,dan berita kelahiran, hingga jual beli untuk bisnis UKM. Warga di Kampoeng Cyber sudah aktif menggunakan internet sejak tahun 2009. Menurut Koko, pendanaan untuk penyediaan koneksi internet seluruhnya diperoleh dari warga secara swadaya, tanpa bantuan dari pemerintah. Hal ini konon sempat membuat Zuckerberg kagum ketika berkunjung ke Kampoeng Cyber. Dia pun menyarankan agar konsep Kampoeng Cyber diterapkan di kampung-kampung lain di Indonesia.

Selengkapnya ...

Yang lain ...