Mahasiswa Politeknik Kediri Cipatakan Mesin Pengolah Kerupuk-Getuk Pisang

Tanggal: 25/08/2018

TRIBUNNEWS.COM, KEDIRI - Industri rumah tangga krupuk dan getuk pisang bakal lebih efisien. Mahasiswa Jurusan Mesin Politeknik Kediri telah menciptakan mesin multiguna pengolah kerupuk dan getuk pisang dengan sistem semiotomatis. Mesin ciptaan mahasiswa ini selain lebih cepat dalam proses produksi juga lebih efisien dan hemat tenaga. Tim pembuat desain mesin multiguna terdiri Dian Nurcahyo, Muhammad Ridwan, Muhammad Anas Pratama, Riyan Andika Putra, dan Taufan Binantara Cahya. Hasil inovasi ini meraih juara satu lomba Inovasi Teknologi (Inotek) Kota Kediri 2018 bidang agrobisnis. Ketua tim Dian Nurcahyo menyebutkan, mesin multiguna dibuat setelah mereka melakukan observasi di sentra industri kerupuk di Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri. "Hasil observasi kami sebagian besar proses produksi masih menggunakan tenaga manual. Baru sebagian kecil yang menggunakan mesin yang dibuat terpisah," ungkapnya kepada Surya.co.id, Jumat (24/8/2018). Karena menggunakan tenaga manual dan mesin yang terpisah, proses produksinya tidak efisien. Untuk membuat kerupuk mulai buat adonan hingga menjemur dibutuhkan waktu sampai tiga hari. Dengan menggunakan mesin hasil inovasi mahasiswa, proses produksi semakin efisien. Karena dari membuat adonan hingga menjemur kerupuk waktunya lebih dipersingkat. Dian mencontohkan, untuk proses produksi kerupuk satu kuintal hanya butuh waktu sekitar tiga jam. Bandingkan dengan cara manual yang butuh waktu sampai tiga hari. "Mesin yang kami buat untuk kapasitas kecil produksi home industri," jelasnya. Untuk mengoperasikan mesin cukup melibatkan tiga orang yang terbagi sebagai pengaduk, pengambil dan pengeringan. Mesin ini hanya menggunakan satu motor listrik untuk menggerakkan convenyor, untuk pencetak dan vanbes sebagai tranmisi. Total biaya pembuatan satu unit mesin sekitar Rp 11 jutaan. "Kami memakai bahan stenlis untuk skro, vebel dan oven. Sehingga bahan makanan yang dibuat aman dikomsusi," jelasnya. Mesin hasil desain mahasiswa Politeknik Kediri bakal diperkenalkan kalangan UMKM. Karena desain mesin multiguna pengolah kerupuk dan getuk pisang perlu mendapatkan tanggapan dari kalangan industri dan UMKM. "Kami butuh masukan tentang mesin hasil desain kami, apa masih ada yang perlu disempurnakan," jelas Dian. Sementara terkait biaya masih dapat ditekan dengan mengurangi volume dan mengganti dengan bahan lain. "Sekarang harga bahan-bahan juga mahal, namun kalau ditekan lagi biayanya sekitar Rp 8 jutaan," ungkapnya. Sejauh ini mahasiswa masih belum memikirkan terkait dengan hak cipta intelektual mesin multiguna. "Soal desain mesin multiguna juga terkait dengan kampus kami, untuk hak cipta masih belum kepikiran," tambahnya. Namun, mahasiswa mengaku sangat senang jika masin hasil rancangannya banyak diadopsi oleh masyarakat. "Kami siap memberikan masukan jika ada pengusaha yang ingin membuatnya," jelasnya. Mesin multiguna ini cocok untuk pembuatan segala jenis kerupuk dan getuk pisang. Setiap menit mampu memotong 80 kali potong.

Editor: Fajar Anjungroso