Google Maps Tampilkan Bumi Bulat, Tak Datar Lagi

Tanggal: 07/08/2018

KOMPAS.com — Pada awal pekan ini, Google Maps merilis beberapa pembaruan untuk meningkatkan pengalaman pengguna menjajal peta digital. Misalnya saja, penambahan status baterai pada fitur “location sharing”, serta rekomendasi restoran yang dianggap cocok dengan pengguna. Menutup pekan ini, Google Maps pun merilis pemutakhiran antarmuka. Jika biasanya pengguna melihat peta dalam dua dimensi (2D), kini sudah dalam tiga dimensi (3D) atau disebut “3D Globe Mode”. Google sesumbar 3D Globe Mode memberikan perspektif yang lebih akurat soal Bumi dalam bentuk bulat. Raksasa Cupertion itu menyebut skala tiap wilayah pun lebih presisi dalam 3D ketimbang 2D. Salah satu contohnya, Greenland tampak sama besarnya dengan Afrika ketika dilihat dari perspektif 2D. Padahal, ukurannya jelas berbeda dan pengguna bisa melihatnya ketika secara full di-zoom out. Google Maps mengumumkan pemutakhiran antarmuka layanannya melalui akun Twitter personalnya (@googlempas), sebagaimana dihimpun KompasTekno, Minggu (5/8/2018). Perubahan antarmuka ini bisa dibilang tak signifikan dibandingkan fitur-fitur lain yang dirilis Google Maps sepanjang pekan. Akan tetapi, hal ini sekaligus mengindikasikan bahwa Google adalah pendukung bumi bulat, bukan bumi datar. Untuk sementara, Google Maps 3D Globe Mode cuma tersedia untuk akses dekstop. Belum jelas kapan bakal dibawa pula ke aplikasinya. Kita tunggu saja. 

Penulis : Fatimah Kartini Bohang

Editor : Reska K. Nistanto