Bahaya Radikalisme dan Terorisme

Tanggal: 03/08/2017

SEMARANG, KOMPAS.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) berkomitmen untuk ikut menjaga ideologi bangsa dari bahaya paham radikalisme dan terorisme. Karena itu, MUI bakal membuat topik khusus untuk mengkampanyekan bahaya radikalisme dan terorisme.Ketua MUI Jawa Tengah Ahmad Daroji mengatakan, pihaknya tengah menyusun materi soal anti radikalisme dan terorisme. Nantinya pada hari Jumat, materi tersebut disampaikan dalam khutbah Salat Jumat serentak di seluruh masjid di Jawa Tengah. “35.000 masjid di Jateng nanti serentak, pada 11 Agustus 2017,” kata Daroji, Rabu (3/8/2017) malam. Untuk pengarahan itu, MUI meminta bantuan dari Pemda Jawa Tengah dan Kementerian Agama terkait penyebaran surat edaran beserta materi khutbah kepada semua masjid. “Nanti materi digandakan dan dikirim ke semua masjid. Kami minta bantuan Depag (Kemenag) agar materi khutbah dibacakan pada 11 Agustus,” tambahnya. Untuk memantapkan gerakan menangkal paham radikalisme dan terorisme, para ulama berencana menggelar deklarasi. Rencananya, deklarasi anti radikalisme dan terorisme digelar pada 15 Agustus 2017. “Nanti deklarasi digelar di halaman provinsi,” tambahnya.MUI sebelumnya telah melakukan gerakan serupa dalam persoalan bahaya narkotika. MUI mengkampanyekan bahaya narkoba melalui masjid. Kampanye narkoba merupakan bagian dari peran tokoh agama untuk ikut menjaga karakter dan akhlak warganya. Khutbah tentang bahaya narkoba disampaikan dalam waktu satu tahun ke depan. Para dai atau khatib diminta menyampaikan materi tersebut dalam shalat Jumat di masjid. Selain di masjid-masjid, MUI juga menyasar kalangan majelis taklim atau sejenis pengajian lainnya untuk menyampaikan pesan serupa. Semua kegiatan dilakukan sebagai langkah komitmen bersama menjaga generasi masa depan.

Kelompok Paramiliter SDF Terus Serang ISIS di Raqqa(Kompas TV)

Penulis : Kontributor Semarang, Nazar Nurdin

Editor : Reni Susanti