Acara terkait

Ketika Banjir Melanda Waspada Scabies!!

Tanggal: 28/02/2021

Bagaimana Seseorang Bisa Terkena Scabies?Scabies atau biasa disebut sebagai kudis atau gudig merupakan penyakit gatal pada kulit yang disebabkan oleh tungau yang memiliki nama latin sarcoptes scabiei. Penyakit ini biasa terjadi di daerah beriklim tropis yang salah satunya adalah IndonesiaTungau sarcoptes scabiei memiliki siklus hidup dalam empat tahapan, yakni mulai dari telur, larva, nimva, dan yang terakhir dewasa dan berlangsung sekitar 10 – 19 hariGejala scabies umumnya dapat dirasakan ketika malam hari sehingga mengganggu ketenangan pada saat tidur, dengan disertai adanya bintik – bintik kecil pada permukaan kulit. Penyakit ini dapat menular secara langsung maupun tidak langsung dengan cara melakukan kontak fisik dengan penderita scabies maupun menggunakan peralatan yang dimiliki oleh penderita penyakit tersebut.Gejala scabies dapat dihindari dengan cara menjaga jarak dari penderita penyakit ini, sering membersihkan diri dan lingkungan sekitar, memberikan ventilasi dan kehangatan yang cukup pada kamar tidur. Dan dapat diobati dengan memperiksakan diri ke dokter untuk selanjutnya diberikan obat antibiotik serta salep pereda gatal.Editor : HasanPenulis : Hasan#wpitv#stmikwp#indonesiasehat#indonesiamaju

“GeNose” Teknologi Pendeteksi Covid 19 Karya Anak Bangsa

Tanggal: 28/02/2021

“GeNose” Teknologi Pendeteksi Covid -19 Karya Anak BangsaMerupakan alat yang diklaim memiliki tingkat akurasi tinggi yakni hingga 96% dalam mendeteksi covid – 19 di dalam tubuh manusia. GeNose C19 merupakan alat buatan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk mendeteksi virus corona hanya melalui hembusan napas. Alat ini telah mendapat izin edar dari Kementerian Kesehatan.Cara kerja GeNose C-19, GeNose mendeteksi senyawa volatile organic compounds (voc) yang keluar melalui hembusan nafas. Senyawa voc dihasilkan oleh tubuh apabila seseorang terinfeksi virus / bakteri. Seseorang menghembuskan nafas ke rebreathing mask atau kantung nafas. Lalu nafas yang terkumpul dialirkan melalui selang ke hepafilter dan dihisap oleh mesin GeNose. Sample nafas akan dibaca sensor array dan akan membentuk pola khas. Selanjutnya pola akan dianalisis oleh machine learning untuk mendapatkan hasil tes, hasil tes dapat diterima setelah menunggu kurang lebih selama 3 menit. Pemeriksaan dilakukan 1 kali tanpa pengulangan. Sedangkan untuk biaya penggunaan alat GeNose ini di perkirakan hanya seharga Rp. 20.000 saja, dan pada tahap pre-launching akan di distribusikan di beberapa stasiun kereta api di Indonesia, untuk selanjutnya dipasarkan lebih luas ke seluruh daerah.Hadirnya produk karya anak bangsa untuk proses screening COVID-19 bernama GeNose diapresiasi banyak pihak. Namun di saat yang bersamaan juga menuai kritikan karena dinilai masih terlalu dini sebab masih dalam tahap uji lab. Dan perlu diketahui GeNose merupakan alat inovasi yang penggunaanya bukan untuk diagnostik, melainkan screening cepat COVID-19. Sedangkan untuk penanganan dan deteksi lebih lanjut yaitu dengan Tes PCR dan menggunakan Vaksin. Penulis : HasanEditor : Hasan#GeNose#wpitv#stmikwp#indonesiasehat

Bahaya “Oversharing” Pada Era Teknologi Informasi

Tanggal: 28/02/2021

Bahaya “Oversharing” Pada Era Teknologi InformasiEfek pandemi covid-19 menyebabkan terjadinya pembatasan sosial yang menimbulkan kurangnya interaksi secara fisik atau tatap muka pada kegiatan sehari – hari, untuk mengatasi hal tersebut banyak orang yang pada akhirnya menggunakan platform media sosial sebagai media berinteraksi, baik secara chat atau kirim pesan dan video call atau video conference.Namun semakin seringnya seseorang menggunakan media sosial maka semakin sering juga kegiatan berbagi info atau sharing yang terjadi melalui paltform tersebut, kegiatan ini disebut juga sebagai “oversharing”. Oversharing merupakan perilaku ketika seseorang memberikan terlalu banyak informasi detail tentang kehidupan pribadi atau orang lain yang tidak seharunya di publikasikan.Dilansir dari kompas tv, menurut analisis data dari perusahaan software yang berfokus pada bidang keamanan, Tessian, bahwa setiap minggunya 84% orang memposting kiriman di media sosial, 42% diantaranya berbagi tentang hobi, ketertarikan, hubungan, dan lokasi secara universal setiap harinya. Sedangkan separuh dari pengguna media sosial memposting foto dan nama anaknya, 72% diantaranya memberikan ucapan selamat ulang tahun, dan masih banyak kegiatan pribadi lainnya yang di posting secara publik.Padahal oversharing pada media sosial terkadang membahayakan diri kita sendiri, karena bisa saja data yang ada didalamnya disalahgunkan untuk peretasan, bahkan penipuan berbasis online. Maka supaya tidak disalahgunakan anda bisa mengamankan akun media sosial penjadi private dan menerapkan verifikasi dua langkah di akun media sosial serta membatasi postingan tentang kehidupan pribadi terlalu detail. Penulis : HasanEditor : Hasan#wpitv#stmikwp#jagaprivasi#cybersecurity

 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 >  Last ›